Wae Rebo bisa menjadi rekomendasi tempat wisata di NTT. (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Menyaksikan kabut pagi perlahan turun menyelimuti rumah-rumah adat kerucut yang ikonik adalah magis nyata yang ditawarkan oleh Wae Rebo.
Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), desa adat legendaris ini dijuluki sebagai "Kampung di Atas Awan".
Perjalanan menuju Wae Rebo adalah sebuah petualangan taktis yang menggabungkan ketahanan fisik, keindahan alam, dan pemurnian budaya yang otentik.
Baca juga: Pertama Kali ke Luar Negeri? Ini Itinerary Taktis 3D2N ke Kuala Lumpur Bawah 5 Juta!
Wae Rebo mempertahankan 7 rumah adat utama berbentuk kerucut bernama Mbaru Niang yang telah diwariskan turun-temurun. Keaslian arsitektur dan tradisi ini mendapat penghargaan tertinggi Award of Excellence dari UNESCO Asia-Pacific Awards untuk Konservasi Warisan Budaya.
Di sini, Anda tidak hanya berkunjung, tetapi tinggal dan menyatu dengan warga lokal. Anda akan tidur di dalam Mbaru Niang, menikmati kopi Wae Rebo yang khas, dan merasakan kehangatan hidup tanpa sinyal seluler maupun hiruk-pikuk digital.
Jalur trekking menembus hutan tropis yang asri, udara pegunungan yang super bersih, hingga hamparan bintang (milky way) yang terlihat jelas di malam hari menjadi obat lelah yang instan.
Baca juga: Liburan Luar Negeri Modal Tipis: Itinerary Taktis 3D2N ke Bangkok dengan Budget di Bawah 5 Juta!
06.00 – 12.00: Perjalanan darat menggunakan mobil dari Labuan Bajo menuju Desa Denge (desa terakhir yang bisa diakses kendaraan roda empat). Perjalanan memakan waktu sekitar 5–6 jam dengan pemandangan pesisir dan perbukitan Flores yang indah.
12.00 – 13.00: Tiba di Denge, istirahat sejenak, makan siang, dan reposisi barang bawaan. Disarankan hanya membawa ransel berisi pakaian untuk satu malam.
13.00 – 16.30: Memulai trekking dari Denge (atau naik ojek lokal sampai Pos 1 untuk menghemat waktu dan tenaga) menuju Wae Rebo. Perjalanan kaki memakan waktu sekitar 2–3 jam menembus hutan.
16.30 – 17.30: Tiba di Wae Rebo. Wisatawan wajib mengikuti upacara adat Waelu di rumah utama sebagai tanda penghormatan dan izin tinggal dari tetua adat.
18.30 – selesai: Makan malam bersama hidangan lokal yang dimasak langsung oleh warga desa, ramah tamah, dan istirahat di dalam Mbaru Niang berbalut udara dingin pegunungan.
05.00 – 07.00: Bangun pagi demi menikmati golden hour. Menyaksikan kabut tipis menyelimuti kampung kerucut sambil menyeruput kopi hangat khas Wae Rebo adalah momen terbaik untuk berburu foto estetik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan