Petak Sembilan (Salsa Wisata)
INDOZONE.ID - Tersembunyi di balik hiruk-pikuk kawasan Glodok, Jakarta Barat, Petak Sembilan berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang etnis Tionghoa di ibu kota.
Kawasan ini bukan sekadar pasar, melainkan museum hidup di mana tradisi, religi, dan aroma kuliner legendaris menyatu dalam labirin gang-gang sempit.\
Baca juga: 8 Tempat Wisata Imlek di Jakarta: Telusuri Keseruan Budaya Tionghoa!
Sejarah Singkat Petak Sembilan: Jejak Luka ke Jantung Niaga
Nama "Petak Sembilan" konon berasal dari sembilan petak rumah panjang yang dahulu berdiri di kawasan ini. Secara historis, kawasan Glodok ditetapkan sebagai pemukiman Tionghoa (Chineesche Wijk) oleh pemerintah kolonial Belanda pasca tragedi kelam 1740.
Seiring waktu, tempat yang awalnya merupakan area isolasi ini berkembang menjadi pusat niaga dan pusat kebudayaan Tionghoa terbesar di Indonesia.
Petak Sembilan. (Instagram/@inilena)
Daya Tarik Utama Petak Sembilan
Kawasan ini menawarkan sensasi sensorik yang tidak akan ditemukan di mal-mal modern Jakarta:
- Vihara Dharma Bhakti (Kim Tek Ie): Dibangun pada tahun 1650, ini adalah klenteng tertua di Jakarta. Aroma hio yang terbakar dan arsitektur merah yang megah memberikan atmosfer spiritual yang kental.
- Gereja Santa Maria de Fatima: Gereja unik yang dibangun dengan gaya arsitektur rumah bangsawan Tiongkok (tipe Siheyuan), lengkap dengan ornamen naga dan dominasi warna merah-emas.
- Pasar Tradisional yang Eksotis: Di sini, Anda bisa menemukan bahan makanan langka, mulai dari teripang, sarang burung walet, hingga berbagai jenis herbal tradisional Tiongkok yang masih dijual dengan cara klasik.
Baca juga: Eksplorasi Imlek 2026: 5 Spot Pecinan di Jakarta yang Wajib Dikunjungi
Rekomendasi Kuliner yang Wajib Dicoba saat Kunjungi Petak Sembilan
Tersembunyi di balik hiruk-pikuk kawasan Glodok, Petak Sembilan berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang etnis Tionghoa di Ibu Kota. (Dok. Istimewa)
Kuliner adalah alasan utama orang berbondong-bondong ke Petak Sembilan. Berikut adalah beberapa yang legendaris:
- Kopi Es Tak Kie: Berdiri sejak 1927, kedai kopi ini adalah "wajah" dari Petak Sembilan. Kesederhanaan interiornya membawa Anda kembali ke masa lalu.
- Soto Betawi H. Ma'ruf: Bukti akulturasi budaya, terletak di area sekitar yang menyajikan cita rasa otentik Jakarta.
- Kuliner Non-Halal (Gang Gloria): Seperti Bakmi Amoy atau berbagai hidangan olahan babi yang telah berjualan selama puluhan tahun.
- Camilan Tradisional: Jangan lewatkan Kue Keranjang (saat menjelang Imlek), Mochi, dan Piang (bakpia khas) yang dibuat segar setiap hari.
Aktivitas yang Dapat Dilakukan Pengunjung di Petak Sembilan
Agar kunjungan Anda ke petak sembilan bisa maksimal, cobalah beberapa aktivitas seperti:
- Wisata Fotografi: Gang-gang sempit dengan jemuran baju, papan nama toko berhuruf Mandarin, dan interaksi pedagang-pembeli sangat menarik untuk diabadikan secara candid.
- Tea Tasting: Kunjungi kedai teh tradisional untuk merasakan ritual minum teh yang menenangkan di tengah keriuhan pasar.
- Belanja Pernak-pernik: Mulai dari peralatan sembahyang hingga hiasan dinding khas oriental dengan harga yang sangat bersaing.
Tips Berkunjung yang Wajib Disimak Pengunjung Petak Sembilan
- Waktu Terbaik: Datanglah pagi hari (sekitar pukul 07.00 - 10.00) saat pasar sedang sangat hidup dan udara belum terlalu panas.
- Transportasi: Sangat disarankan menggunakan transportasi umum (TransJakarta turun di Halte Glodok) karena lahan parkir sangat terbatas.
- Pakaian: Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat karena Anda akan banyak berjalan kaki.
Petak Sembilan bukan sekadar tempat belanja atau makan, melainkan sebuah pengalaman yang akan memperkaya pandangan Anda tentang keberagaman Jakarta.
Jadi, kapan Anda berencana untuk menyesap kopi di Tak Kie atau sekadar menyesapi aroma sejarah di antara asap hio Klenteng Dharma Bhakti?