Desa Kemiren Banyuwangi. (Instagram/@desa_kemiren)
INDOZONE.ID - Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), merupakan desa wisata yang keindahannya bisa mengundang wisatawan mancanegara.
Masyarakat yang tinggal di Desa Kemiren Banyuwangi, disebut Osing Kemiren. Topografi desa seluas 180 ha ini adalah dataran dengan perbukitan.
Desa Kemiren Banyuwangi. (Instagram/@desa_kemiren)
Menilik topografi desa tersebut, masyarakat setempat memiliki mata pencaharian utama pertanian. Meski begitu, pariwisata juga menjadi salah pemasukan bagi Desa Kemiren Banyuwangi.
Untuk memahami daya tarik dari Desa Kemiren Banyuwangi, yuk simak penjelasan di bawah ini!
Baca juga: Banyuwangi Jadi Kota Tersibuk Angkutan Kereta Api saat Nataru 2025
Desa Kemiren dulunya merupakan lahan yang dipenuhi pohon kemiri dan durian. Itu menyebabkan desa ini dinamakan seperti sekarang.
Desa Kemiren awalnya berisikan orang-orang yang mengasingkan dari Kerajaan Majapahit setelah keruntuhannya pada 1478 M.
Orang-orang ini mendirikan Kerajaan Blambangan di Banyuwangi. Budaya Kerajaan Blambangan bercorak Hindu-Budha, seperti Kerajaan Majapahit.
Kerajaan Blambangan berjaya selama 2 abad sebelum jatuh ke Kerajaan Mataram Islam pada 1743 M.
Lalu, pada 1830-an ketika masa penjajahan Belanda, Desa Kemiren pun lahir. Hamparan sawah dan hutan, yang mayoritas pohon kemiri dan durian, jadi penampakan pertama dari desa ini.
Sawah dan hutan itu dimiliki penduduk Desa Cungking yang diyakini jadi cikal-bakal masyarakat Osing di Banyuwangi. Penduduk Desa Cungking bersembunyi di sawah dan hutan tersebut, untuk menghindari kejaran Belanda.
Namun, mereka enggan kembali sehingga hutan pun dibabat untuk membuka lahan yang bisa dijadikan tempat tinggal.
Meski begitu, hingga kini, Desa Cungking tetap ada, berjarak 5 km dari Desa Kemiren.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemiren, BRWA, Antara