Paket wisata ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dijual ke wisatawan lewat kegiatan Wisata Pengenalan atau Familiarization Trip (Famtrip). Banyak destinasi menarik yang didatangi wisatawan saat Famtrip.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, NTB dikenal sebagai destinasi yang memadukan keindahan alam dengan kekayaan budaya. Selain itu, daerah itu memiliki kekuatan produk wisata berbasis komunitas.
Baca juga: Dulunya Saluran Air Kuno, Tuntang Tungkek di Narmada Kini Eksis Jadi Ikon Wisata Lombok
“Peran aktif para peserta dalam Famtrip ini untuk menjadi pemantik dalam mempeluas eksposure promosi pariwisata NTB, sekaligus menjadi sarana bagi pelaku industri pariwisata menemukan inovasi baru dalam menyusun paket wisata yang menarik bagi pasar Nusantara,” kata Made dilansir ANTARA.
Para peserta terdiri dari perwakilan ASITA, ASTINDO, ASPPI, AITTA, Atourin, CNN Indonesia, dan kreator konten. Peserta Famtrip juga turut bekerja sama menyampaikan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan mendorong promosi salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB.
Baca juga: Hotel di NTB Laris Manis, Geliat Wisata Lokal Hidup Lagi
Destinasi Unggulan NTB
Sebanyak 7 peserta diajak mengunjungi berbagai detinasi unggulan NTB. Antara lain Pantai Kuta Mandalika, Sirkuit Mandalika Bukit Merese, Desa Wisata Bonjeruk, Desa Wisata Ende, Desa Wisata Bilebante, Desa Wisata Loyok, Desa Wisata Banyumulek, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Target Perjalanan Wisata
Perjalanan ini diyakini akan menarik sebanyak-sebanyaknya jumlah wisatawan Nusantara ke NTB. Dia juga berharap bahwa Famtrip ini bisa berkontribusi dan mendorong tercapainya target Rp1,08 miliar perjalanan wisatawan Nusantara pada tahun 2025.
“Bahkan bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pergerakan wisatawan khususnya menjelang libur natal dan tahun baru," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA