Svalbard Global Seed Vault di Norwegia. (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Di dunia ini, ada kategori destinasi wisata yang tidak bisa diakses hanya dengan modal tiket pesawat dan paspor. Tempat-tempat ini diselimuti misteri, dilindungi oleh hukum internasional, atau dijaga ketat demi kelestarian ekosistem dan alasan keamanan.
Mereka adalah destinasi eksklusif yang hanya bisa dikunjungi oleh "orang-orang khusus" seperti ilmuwan, peneliti, tokoh adat, atau mereka yang mengantongi izin resmi dari pemerintah tertinggi.
Sebagai panduan informatif dan edukatif, mari kita bedah beberapa tempat di dunia yang menyandang status terlarang bagi wisatawan sembarangan, lengkap dengan alasan taktis di balik pembatasan ketat tersebut.
Baca juga: Sejarah Kampung Vietnam Batam, dari Kamp Pengungsian hingga Jadi Destinasi Wisata
Svalbard Global Seed Vault di Norwegia. (Dok. Istimewa)
Terletak jauh di dalam lingkaran Lapisan Es Arktik, di Pulau Spitsbergen, Norwegia, terdapat sebuah fasilitas rahasia yang sering disebut sebagai "Kubah Kiamat" (Doomsday Vault).
Mengapa Tidak Bisa Dikunjungi Sembarangan? Tempat ini bukan museum atau kebun raya. Ini adalah fasilitas penyimpanan darurat yang menyimpan jutaan sampel benih tanaman dari seluruh penjuru bumi untuk mengantisipasi bencana global, perang nuklir, atau perubahan iklim ekstrem.
Kehadiran turis awam dapat mengganggu kestabilan suhu ruang bawah tanah yang dijaga pada suhu konstan 18 derajat celcius demi menjaga kelangsungan hidup benih.
Baca juga: Rute Menuju Telaga Biru Gunung Kidul, Destinasi Wisata Eksotis di Yogyakarta
Pulau Niihau yang berada di Hawaii. (Dok. Istimewa)
Niihau adalah salah satu pulau di gugusan Hawaii yang memiliki pemandangan tropis luar biasa indah. Namun, sejak dibeli oleh keluarga Robinson pada tahun 1864, pulau ini tertutup untuk dunia luar.
Mengapa gak bisa dikunjungi Sembarangan? Pemilik pulau berkomitmen kepada raja Hawaii terdahulu untuk mempertahankan budaya asli Hawaii agar tidak terkontaminasi oleh modernisasi global.
Di pulau ini tidak ada jalan raya, mobil, internet, maupun toko penunjang wisata. Penduduknya hidup mandiri dengan cara tradisional dan hanya berbicara dalam bahasa ibu Hawaii.
Selain penduduk asli, pulau ini hanya bisa diinjak oleh keluarga pemilik pulau dan tamu undangan khusus yang mendapatkan izin tertulis (invitation-only). Ada tur helikopter yang sangat mahal untuk melihat garis pantainya, namun penumpangnya dilarang keras turun atau berinteraksi dengan warga lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan