Sejarah Kampung Vietnam Batam. (Instagram/@astridasriani)
INDOZONE.ID - Sejarah Kampung Vietnam Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menarik untuk dikulik. Sebab, tempat ini beralih fungsi dari kamp pengungsian jadi destinasi wisata seiring berjalannya waktu.
Sebuah destinasi wisata menarik minat wisatawan karena berbagai alasan. Sebut saja, keindahan alam, wahana dalam tempat wisata, hingga sejarah di baliknya.
Sejarah Kampung Vietnam Batam. (Instagram/@mas_joe_wahyudi)
Kampung Vietnam menawarkan sejarah yang cukup unik. Bagaimana tidak, tempat ini dulu dikenal sebagai lokasi berkumpul warga negara asing (WNA) dari Vietnam.
Lantas, apa alasan di balik penggunaan tempat ini sebagai lokasi berkumpulnya orang-orang Vietnam? Supaya lebih jelas, yuk simak sejarah Kampung Vietnam Batam!
Kamu harus tahu, Kampung Vietnam terletak di Pulau Galang, Batam. Kawasan ini dibangun sebagai kamp pengungsian bagi orang-orang Vietnam.
Baca juga: Serasa Masuk Film Top Gun! Intip Restoran Mewah Bertema Pesawat di Batam
Orang-orang Vietnam ini melarikan diri dari perang dan gonjang-ganjing politik sejak kejatuhan Saigon pada 1975. Para pengungsi dari Vietnam ini disebut juga sebagai boat people karena harus melintasi laut untuk mencapai Pulau Galang.
Pemerintah Indonesia bersama UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees), menetapkan Pulau Galang sebagai tempat penampungan pada 1079.
Tempat ini pun jadi kamp pengungsian bagi orang-orang dari Vietnam dan Kamboja, selama kurang lebih 15 tahun. Sekira 200 ribu pengungsi menempati Pulau Galang kala itu.
Karena berfungsi sebagai kamp pengungsian, tempat ini memiliki fasilitas pendukung yang cukup lengkap. Sebut saja, rumah sakit, sekolah, asrama, bengkel, tempat ibadah, dll.
Kamp pengungsian ini ditutup usai program repatriasi dan relokasi rampung pada 1996. Pemerintah menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata sejak saat itu.
Dengan tema wisata sejarah pengungsi Vietnam, nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian jadi nilai unik Kampung Vietnam.
Sementara itu, karena menjadikan sejarah sebagai keunggulan utamanya, arsitektur, lingkungan, dan suasana sekitar masih dipertahankan sebagaimana sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Traveloka