Ilustrasi ayah dan putrinya duduk bersebelahan di pesawat. (Freepik/dmytro_sidelnikov)
INDOZONE.ID - Otoritas Uni Eropa akan melarang maskapai penerbangan yang memberikan biaya tambahan kepada orang tua yang ingin duduk bersebelahan dengan anak mereka. Aturan ini menjadi bagian dari reformasi hak penumpang yang disepakati pada 12 Juni, menurut sejumlah diplomat Uni Eropa.
Kesepakatan ini muncul setelah perundingan panjang yang berlangsung lebih dari satu dekade. Meski demikian, sejumlah usulan kontroversial yang sebelumnya dibahas akhirnya tidak dimasukkan ke dalam aturan baru tersebut.
Salah satu usulan yang dibatalkan adalah rencana untuk mengurangi besaran kompensasi yang wajib dibayarkan maskapai kepada penumpang akibat pembatalan penerbangan atau keterlambatan panjang. Usulan tersebut mendapat penolakan kuat dari anggota Parlemen Eropa.
Baca juga: Sempat Mati Suri, Kopi Lawu Bangkit Kembali Sampai Diekspor ke Eropa dan Uni Emirat Arab
Rencana lain yang juga tidak jadi diterapkan adalah larangan bagi maskapai mengenakan biaya bagasi kabin. Sebagai gantinya, situs penjualan tiket diwajibkan menampilkan harga tiket secara transparan, termasuk informasi terkait biaya bagasi kabin.
Anggota Parlemen Eropa asal Jerman, Jan-Christoph Oetjen, menyambut baik hasil kesepakatan tersebut. Menurutnya, hak-hak penumpang berhasil dipertahankan.
Melalui reformasi ini, sistem kompensasi yang berlaku saat ini tetap dipertahankan. Penumpang masih berhak menerima ganti rugi antara 250 hingga 600 euro, tergantung jarak penerbangan, jika mengalami keterlambatan minimal tiga jam.
Sebelumnya, sejumlah maskapai mengeluhkan besarnya biaya kompensasi yang harus mereka tanggung. Mereka berpendapat aturan tersebut sering kali mendorong maskapai membatalkan penerbangan daripada menjalankannya dengan keterlambatan panjang yang dapat mengganggu jadwal penerbangan lainnya.
Namun, upaya sejumlah negara anggota Uni Eropa untuk mengubah aturan kompensasi itu gagal setelah mendapat perlawanan dari berbagai kelompok politik di Parlemen Eropa.
Pada pertemuan 12 Juni lalu, perwakilan negara-negara anggota akhirnya sepakat mencabut usulan tersebut dan memilih mendukung teks kompromi yang juga mendapat dukungan luas dari parlemen. Kesepakatan sementara dijadwalkan mendapat persetujuan pada 15 Juni.
Selain aturan tempat duduk keluarga, reformasi ini juga melarang maskapai mengenakan biaya untuk memperbaiki kesalahan penulisan nama dalam pemesanan tiket serta biaya tambahan bagi anak-anak berusia di bawah 14 tahun yang ingin duduk berdampingan dengan orang tua mereka.
Baca juga: Mulai Senin Uni Eropa Cabut Aturan Pakai Masker di Pesawat & Akui Pengguna PeduliLindungi
Sebelum resmi berlaku, aturan baru tersebut masih harus mendapatkan pengesahan final dari negara-negara anggota Uni Eropa dan Parlemen Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: VN Express