Kereta Panoramic. (Indozone/Putri Octapia Saragih)
INDOZONE.ID - Kereta Panoramic Jakarta-Bandung sempat viral karena menawarkan pengalaman yang berbeda dari kereta biasa. Di media sosial (medsos), kereta ini sering disebut sebagai salah satu pengalaman naik kereta paling mewah di Indonesia.
Dengan jendela kaca berukuran besar hingga atap kaca transparan, penumpang bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan tanpa terhalang dinding gerbong.
Suasana dalam gerbong Kereta Panoramic. (Indozone/Putri Octapia Saragih)
Namun, apakah pengalaman tersebut sepadan dengan harga tiket yang cukup tinggi? Simak ulasannya berikut.
Hal pertama yang langsung terasa saat masuk ke gerbong Panoramic adalah dominasi kaca di hampir seluruh sisi kereta.
Baca juga: Mau Rasain Nostalgia Parahyangan? Kini Ada Wisata Eksklusif Jakarta-Bandung dengan Kereta Panoramic
Bukan cuma jendela samping lebih besar ketimbang kereta eksekutif biasa, bagian atap juga menggunakan kaca khusus yang memungkinkan penumpang melihat langit selama perjalanan.
Rute Jakarta-Bandung terkenal memiliki pemandangan menarik, terutama saat memasuki wilayah Purwakarta hingga Padalarang.
Hamparan perbukitan hijau, lembah, dan jembatan kereta ikonik, seperti Cisomang menjadi daya tarik utama yang paling dinikmati dari gerbong ini.
Untuk dapat mendapatkan pemandangan, pilihlah duduk di sisi kanan kereta saat perjalanan ke Bandung karena menawarkan panorama lembah yang lebih terbuka.
Salah satu fitur menarik dari Kereta Panoramic ini adalah desain kursi yang dirancang khusus untuk memaksimalkan pengalaman menikmati pemandangan.
Kursi ini bisa diputar hingga 90 derajat ke arah jendela, membuat penumpang tidak perlu memiringkan kepala atau badan untuk menikmati pemandangan.
Cukup putar kursi, lalu duduk santai sambil menyaksikan panorama perbukitan dan lembah yang berlalu di depan mata. Detail kecil seperti ini membuat pengalaman menikmati perjalanan terasa jauh lebih nyaman.
Untuk perjalanan sekitar tiga jam, saya merasa cukup nyaman. Kursinya empuk, ruang kaki lega, dan karena kapasitas penumpang lebih sedikit, suasa di dalam gerbong terasa lebih tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan