Pesona Danau Tanralili. (wonderfulindonesia.co.id)
INDOZONE.ID - Ada kalanya kita cuma butuh perjalanan yang impulsif. Nggak usah banyak mikir dan mulailah melangkah. Kalau kamu sedang mencari destinasi dengan tipe petualangan seperti itu di Sulawesi Selatan, Danau Tanralili adalah jawabannya.
Tersembunyi rapi di kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, telaga indah ini sukses mencuri hati para pencinta alam. Jalur pendakiannya memang bakal bikin kamu ngos-ngosan, tapi begitu siluet danau muncul di depan mata, semua lelah dijamin langsung sirna. Saking indahnya, tempat ini sering dijuluki sebagai "Ranu Kumbolonnya Sulawesi Selatan".
Secara administratif, Danau Tanralili bertengger di ketinggian sekitar 1.454 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di kawasan Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Berada di ketinggian tersebut, wajar saja kalau embusan angin malam di sini bakal terasa menusuk hingga ke tulang.
Usut punya usut, danau dengan air berwarna hijau gelap ini punya cerita pembentukan yang unik. Pemerintah Kabupaten Gowa mencatat bahwa Danau Tanralili terbentuk secara alami akibat runtuhan atau longsoran hebat dari gunung di masa lalu. Longsoran tersebut menciptakan sebuah cekungan raksasa yang lambat laun terisi oleh air hingga menjelma menjadi sebuah telaga yang super estetik.
Baca juga: Cantik Tanpa Filter! Mengintip Pesona Air Biru Magis di Goa Haji Mangku Kalimantan Timur
Bagi kamu yang berangkat dari Kota Makassar, arahkan kendaraanmu menuju kawasan wisata Malino. Titik awal pendakian yang paling populer dan sering digunakan oleh para pendaki adalah Desa Lengkese. Di desa inilah petualangan berjalan kaki yang sesungguhnya dimulai.
Danau Tanralili. (wonderfulindonesia.co.id)
Nggak cuma sekadar tebar pesona di media sosial, keindahan Danau Tanralili baru benar-benar terasa magis saat kamu berdiri langsung di tepiannya. Ini lima pesona utamanya:
Saat angin sedang tenang, permukaan air danau yang berwarna hijau pekat akan berubah fungsi menjadi cermin alami yang super jernih. Pantulan awan, birunya langit, serta gagahnya tebing batu akan terefleksi sempurna di atas air. Tips buat kamu, ambillah foto dengan sudut rendah (low angle) untuk mendapatkan efek visual dua dunia yang dramatis!
Lanskap di sekeliling danau ini benar-benar juara. Bidang tanah datar yang luas dikelilingi oleh perbukitan hijau dan tebing batu vertikal yang megah, membuat area camping di sini terasa seperti sebuah amfiteater raksasa yang privat.
Tips Berkemah: Sebaiknya jangan mendirikan tenda terlalu mepet dengan bibir air. Embun malam pegunungan bisa membuat tanah cepat lembap, sekaligus untuk mengantisipasi jika mendadak volume air danau naik saat hujan turun di hulu.
Momen paling romantis di Tanralili adalah saat fajar menyingsing. Kabut tipis biasanya akan turun menyelimuti permukaan air dan perbukitan, menciptakan atmosfer yang sangat sinematik. Bangunlah lebih pagi, seduh kopi hangatmu, dan nikmati momen syahdu ini tanpa perlu terburu-buru.
Baca juga: Masuk Jajaran Geopark Meratus, Ini Alasan Goa Batu Hapu Wajib Masuk Bucket List Liburanmu!
Bagi kamu yang hobi fotografi lanskap, bersiaplah untuk kalap. Kontur tebing batu yang tegas dan megah khas kaki Gunung Bawakaraeng menjadi latar belakang yang sempurna. Kamu bisa bermain dengan skala objek foto: sebuah tenda kecil di pinggir danau dengan latar tebing raksasa di belakangnya akan menghasilkan foto yang sangat berbicara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wonderfulindonesia.co.id