Brown Canyon Semarang. (wonderfulindonesia.co.id)
INDOZONE.ID - Semarang memang dikenal dengan wisata sejarah, kuliner, dan kawasan Kota Lama yang ikonik. Namun, di balik hiruk-pikuk kota tersebut, ada satu destinasi unik yang menawarkan pemandangan berbeda dari kebanyakan tempat wisata di Jawa Tengah.
Namanya Brown Canyon, kawasan bekas tambang yang kini menjelma menjadi salah satu spot wisata favorit para pencinta fotografi dan pemburu panorama alam.
Sekilas, lanskap Brown Canyon memang mengingatkan pada Grand Canyon di Amerika Serikat. Tebing-tebing tinggi berwarna cokelat keemasan, jalur tanah berkelok, serta formasi batuan yang tidak beraturan membuat kawasan ini terlihat begitu eksotis.
Tak heran jika banyak wisatawan sengaja datang ke sini untuk menikmati suasana yang berbeda dari wisata perkotaan pada umumnya.
Brown Canyon berada di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota sehingga cukup mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun sepeda motor.
Meski belum memiliki konsep wisata yang sepenuhnya tertata seperti objek wisata komersial lainnya, justru kondisi alami inilah yang menjadi daya tarik utama Brown Canyon.
Saat memasuki kawasan tersebut, pengunjung akan langsung disambut deretan tebing tinggi dengan bentuk yang unik dan tidak biasa.
Baca juga: Berdiri Sejak 1753, Gereja Blenduk Semarang Jadi Ikon Kota Sekaligus Destinasi Wisata
Nama Brown Canyon muncul karena warna tebing di kawasan ini didominasi warna cokelat dengan berbagai gradasi.
Bentuk tebing yang menjulang tinggi dan menyerupai ngarai membuat banyak orang menyandingkannya dengan Grand Canyon, meski dalam skala yang lebih kecil.
Namun, Brown Canyon memiliki karakter tersendiri. Pengunjung bisa melihat detail lapisan tanah dan bebatuan dari jarak dekat, sesuatu yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer.
Berbeda dengan ngarai alami pada umumnya, Brown Canyon terbentuk akibat aktivitas penambangan material yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Proses pengerukan tanah dan batuan secara perlahan menciptakan tebing-tebing tinggi dengan bentuk yang tidak beraturan.
Meski sebagian area sudah tidak lagi aktif digunakan untuk penambangan, beberapa titik masih menunjukkan aktivitas alat berat dan kendaraan pengangkut material.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wonderfulindonesia.co.id