Kamis, 15 AGUSTUS 2024 • 09:13 WIB

Wisata ke Monumen Pers Nasional: Tempat Lahir dan Tumbuhnya Jurnalistik Indonesia! 

Author

Monumen Pers Nasional.

INDOZONE.ID - Monumen Pers Nasional merupakan salah satu tempat bersejarah di Indonesia, terutama bagi perkembangan jurnalistik Indonesia. Sebab, Monumen Pers Nasional menjadi saksi lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI.

Monumen Pers ini didirikan pada 1918 atas prakarsa KGPAA Mangkunegara VII. Awalnya, tempat ini digunakan sebagai ruang pertemuan atau balai perkumpulan pada masa itu.

Monumen Pers Nasional.

Gedung Monumen Pers Nasional ini awalnya dikenal sebagai Societeit Sasana Soeka, dirancang oleh arsitek terkemuka, Mas Aboekasan Atmodirono, dari Wonosobo. 

Lalu pada 1933,  muncul Solosche Radio Vereeniging yang dirintis oleh Sarsito Mangunkusumo dan sejumlah insinyur lainnya. Ini menjadikan radio publik pertama yang dioperasikan orang Indonesia.

Baca Juga: Monument Auguste Orts: Simbol Penghargaan atas Kontribusi dalam Dunia Pers

Pada 9 Februari 1946, gedung Monumen Pers Nasional menjadi tempat lahirnya PWI. Ini pun menjadi tempat utama aktivitas jurnalistik Indonesia.

Pada 1973, nama Museum Pers Nasional diubah menjadi Monumen Pers Nasional, sebuah langkah penting yang diusulkan oleh PWI cabang Surakarta. 

Lahan dan bangunan kemudian disumbangkan kepada pemerintah pada 1977, menandai komitmen menjaga keberlanjutan warisan berharga ini. Pada 9 Februari 1978, Presiden Soeharto secara resmi meresmikan gedung Societeit Sasana Soeka menjadi Monumen Pers Nasional. 

Gedung Monumen Pers Nasional terletak di Jalan Gajah Mada 59, Surakarta, Jawa Tengah.

Baca Juga: FOTO: Pameran Memorabilia Wartawan Udin di Yogyakarta

Ketika memasuki museum ini, kamu akan disambut dengan pahatan kepala tokoh-tokoh penting dalam sejarah jurnalistik Indonesia, termasuk Tirto Adhi Soerjo, Djamaluddin Adinegoro, Sam Ratulangi, dan Ernest Douwes Dekker.

Museum ini memiliki lebih dari satu juta surat kabar dan majalah sejak masa sebelum dan sesudah Revolusi Nasional Indonesia dari berbagai daerah di nusantara. Koleksinya juga meliputi teknologi komunikasi dan teknologi reportase, seperti penerbangan, mesin ketik, pemancar, telepon dan kentongan besar.

Kamu akan menemukan perpustakaan dengan koleksi lebih dari 12 ribu buku. Perpustakaan berada di lantai dua yang memiliki ribuan buku, dari mulai sastra hingga referensi, ruang baca, majalah lampau dengan digitalisasi.

Selain itu, ada juga ruang mikrofilm. Akan tetapi, fasilitas ini tidak dapat digunakan.

Baca Juga: Delegasi dan Jurnalis KTT G20 Indonesia 2022 Bebas Visa, Ini Syaratnya

Museum Monumen Pers buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Ketika tanggal merah atau libur nasional, Museum Monumen Pers ini tidak beroperasi. 

Jika kamu datang ke sini, cukup membawa diri sendiri karena masuk ke Museum Monumen Pers tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis!


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Laman Resmi Monumen Pers Nasional

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU