Rabu, 14 AGUSTUS 2024 • 13:28 WIB

Sisi Gelap Pariwisata Thailand: Dari Eksploitasi Budaya hingga Narkoba

Author

Ilustrasi Thailand. (REUTERS/Jorge Silva)

INDOZONE.ID - Thailand dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Asia Tenggara. Namun, di balik keindahan alam dan keragaman budaya yang menarik, terdapat sisi gelap yang perlu diperhatikan.

Meskipun industri pariwisata Thailand terus berkembang pesat, namun dampak negatifnya juga semakin terasa.

Dari masalah lingkungan hingga eksploitasi budaya lokal, sisi gelap wisata di Thailand menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir, upaya untuk mengatasi masalah ini telah menjadi fokus utama dalam upaya menjaga keberlanjutan pariwisata di Thailand.

Berikut adalah sisi lain dari pariwisata di Thailand yang perlu kamu ketahui sebelum berkunjung dan berlibur ke sana, melansir dari Breaking Asia, Rabu (14/8/2024).

Baca Juga: Menjelajahi Lampang, Kota yang Menawan di Pinggiran Sungai di Utara Thailand

1. Pariwisata Seks di Thailand

Wat Arun Thailand (travelgayasia.com)

Pariwisata seks di Thailand telah menjadi hal yang umum dan bahkan dianggap sebagai daya tarik utama bagi wisatawan internasional.

Situs web khusus telah didedikasikan untuk membantu para turis seks merencanakan perjalanan mereka ke Thailand.

Mereka mempromosikan negara ini sebagai tujuan nomor satu bagi para pencari kesenangan dengan menawarkan hampir semua jenis orientasi seksual yang menarik minat.

Video YouTube dari bar go-go, kabaret, dan tempat hiburan lainnya di Thailand juga memamerkan tubuh-tubuh seksi, serta dokumentasi amatir dari para turis seks.

Baca Juga: Banyak WNI Ditolak Masuk Thailand, Simak Imbauan KBRI Biar Lolos Imigrasi

2. Pariwisata Seks di Bawah Umur

Turis yang berjalan di jalan setapak di atas kota Cina, Bangkok, Thailand (Unsplash/grapestock).

Di balik industri pariwisata seks dewasa, terdapat fenomena yang lebih gelap, yaitu pariwisata seks di bawah umur. Anak-anak dari keluarga miskin sering kali menjadi korban dari perdagangan ini.

Kemiskinan menjadi alasan utama mengapa perdagangan seks di bawah umur masih tumbuh subur di Thailand.

Anak-anak miskin di negara ini mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan memiliki akses terbatas terhadap pendidikan, sehingga rentan terlibat dalam praktik pekerja anak ilegal.

3. Ilmu Hitam dan Voodoo di Thailand

Thailand. (photo/Ilustrasi/Pexels/suzukii xingfu)

Kepercayaan takhayul dan ilmu hitam masih sangat kental di masyarakat Thailand. Para praktisi ilmu hitam berkisar dari masyarakat pedesaan hingga orang-orang Barat yang tertarik untuk mempelajari ilmu sihir dari para ahli.

Namun, kecintaan terhadap hal-hal gaib ini kadangkala menjadi berlebihan dan dapat mengakibatkan bencana, seperti kasus pengusiran setan yang berujung pada kematian seorang gadis berusia delapan belas tahun.

4. Peringatan tentang Narkoba

Thailand. (photo/Ilustrasi/Pexels/David Egon)

Thailand memiliki masalah serius terkait narkoba ilegal. Meskipun upaya keras telah dilakukan untuk memerangi sindikat narkoba, perdagangan narkoba tetap merajalela.

Turis internasional juga harus berhati-hati agar tidak terlibat dalam masalah narkoba yang dapat mengakibatkan hukuman berat, bahkan hukuman mati.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Breaking Asia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU