INDOZONE.ID - Dalam upaya untuk mengatasi masalah over tourism, Kota Fujikawaguchiko di Jepang telah mengambil langkah drastis dengan memasang pagar besar yang menghalangi pemandangan Gunung Fuji yang terkenal.
Pagar ini berukuran 20 meter panjang dan 2,5 meter tinggi, ditutupi dengan jaring hitam, yang tentu saja mengubah latar belakang populer Gunung Fuji bagi para pengunjung yang sering mengambil selfie di lokasi ini.
Gunung Fuji, yang dikenal sebagai salah satu pemandangan paling ikonik di Jepang, telah menjadi subjek dari perilaku turis yang mengganggu, menurut penduduk setempat. Mereka mengeluhkan turis yang seringkali memblokir trotoar dan menghentikan lalu lintas hanya untuk mendapatkan foto sempurna.
Lokasi yang sangat populer bagi para wisatawan adalah di luar toko Lawson, di mana sudut pengambilan gambar tertentu dapat menciptakan ilusi bahwa Gunung Fuji berada di atas atap toko.
Baca Juga: Spot Terbaik Melihat Gunung Fuji Ini Ternyata Jadi Setting Cerita Rakyat Mengerikan
Michie Motomochi, pemilik kafe manisan Jepang di dekat lokasi foto populer, mengungkapkan kekhawatirannya atas perilaku turis. Menurutnya, Kawaguchiko, kota yang mengandalkan pariwisata, memang menyambut banyak pengunjung, namun ada beberapa hal yang mengkhawatirkan dari perilaku mereka.
Motomochi menjelaskan bahwa membuang sampah sembarangan, menyeberang jalan di tengah lalu lintas padat, mengabaikan lampu lalu lintas, dan memasuki properti pribadi tanpa izin adalah beberapa masalah utama yang menjadi perhatiannya.
Meskipun demikian, masih ada tempat lain di Prefektur Yamanashi yang menawarkan pemandangan indah Gunung Fuji. Sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi risiko kepadatan penduduk dan sampah sembarangan, pemerintah setempat telah memperkenalkan sistem pemesanan untuk musim pendakian Gunung Fuji tahun ini.
Berdasarkan rencana baru, hanya maksimal 4.000 pendaki yang diizinkan memasuki jalur per hari dengan biaya pendakian sebesar 2.000 yen (Rp204 ribu) dan ada opsi untuk menyumbangkan tambahan 1.000 yen (Rp102 ribu) untuk konservasi selama musim pendakian.
Baca Juga: Catat! Ini Sederet Spot Seru di Yamanaka Jepang, Satu dari Lima Danau Gunung Fuji
Gunung Fuji, yang ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 2013, dulunya merupakan tempat ziarah dan saat ini populer di kalangan pendaki yang ingin menyaksikan matahari terbit dari puncaknya. Namun, meningkatnya jumlah sampah yang tertinggal oleh pengunjung, termasuk botol plastik, makanan, dan pakaian, telah menjadi perhatian utama.
Kawaguchiko bukanlah satu-satunya lokasi yang berupaya menangani masalah over tourism. Di Jepang sendiri, distrik Geisha di Kyoto telah menutup beberapa jalan bagi wisatawan setelah terjadi insiden "kelakuan buruk".
Di Menorca, objek wisata populer dengan rumah-rumah bercat putih, telah memberlakukan jam berkunjung untuk mengurangi jumlah pengunjung. Venesia, yang merupakan salah satu tujuan paling populer di Italia, telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mengelola jumlah pengunjung yang seringkali melebihi jumlah penduduknya. Kota ini baru-baru ini memberlakukan biaya perjalanan sehari dan melarang pengeras suara untuk mengurangi dampak negatif dari over tourism.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euronews.com