Kamis, 28 DESEMBER 2023 • 08:30 WIB

Mengenal Keunikan Gerabah Khas Melikan, Jadi Salah Satu Daya Tarik Wisata Budaya Jawa Tengah

Author

Gerabah khas Melikan Jawa Tengah.

INDOZONE.ID - Kalau Yogyakarta punya gerabah Kasongan yang khas dan sudah dikenal masyarakat luas, Jawa Tengah juga punya gerabah dengan keunikannya tersendiri.

Sentra kerajinan gerabah ini terletak di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Pembuatan gerabah di desa ini merupakan salah satu tradisi turun temurun yang sudah ada sejak zaman dulu.

Dilansir dari klatenkab.go.id, diyakini bahwa kerajinan ini merupakan salah satu peninggalan dari zaman dakwah Sunan Pandanaran (Pangeran Mangkubumi) di Kabupaten Klaten pada abad ke-15.

Ciri khas yang paling menonjol dari gerabah Melikan ini adalah cara pembuatannya, yaitu dengan menggunakan teknik putaran miring yang dimana teknik ini tidak digunakan oleh pengrajin dari wilayah lain.

Baca Juga: Satu-Satunya Gunung di Jawa Tengah yang Bisa Didaki dengan Motor sampai Puncaknya

Gerabah khas Melikan Jawa Tengah.

Pada teknik putaran miring, roda putar yang digunakan tidak berada pada posisi datar, akan tetapi dimiringkan sedikit ke depan. Proses pembuatan gerabah dengan teknik ini biasanya dilakukan dengan posisi duduk di atas dingklik (kursi pendek).

Teknik ini telah ada sejak zaman dulu, bermula dari banyaknya pengrajin perempuan pada saat itu. Pada zaman dulu, para pengrajin perempuan tersebut masih mengenakan pakaian kejawen tradisional, berupa kebaya dan kain jarik.

Para pengrajin perempuan ini dituntut untuk selalu menjaga etika kesopanan mereka, salah satunya dengan cara mereka duduk.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, akhirnya para pengrajin perempuan pada saat itu berinisiatif untuk sedikit memiringkan roda putar yang digunakan.

Dengan posisi tersebut, akhirnya para pengrajin perempuan tetap dapat menjaga kesopanan mereka dengan tidak membuka paha ketika bekerja.

Pada dasarnya, teknik putaran miring ini dibuat untuk menghargai kaum perempuan. Meski demikian, ada pula alasan lain mengapa teknik satu ini masih dipertahankan hingga sekarang.

Salah satunya adalah dari hasil produksi gerabah, di mana dengan menggunakan teknik ini, kuantitas gerabah yang diproksi dapat lebih banyak jika dibandingkan dengan teknik lainnya, seperti teknik celup tuang maupun teknik putar biasa.

Pada 1992, keunikan teknik putaran miring ini mampu menarik perhatian seorang guru besar Fakultas Seni, Kyoto Seika University, Jepang.

Profesor Chitaru Kawasaki saat itu bertandang langsung ke Desa Melikan untuk meneliti tentang teknik khas Melikan ini. Tak cukup hanya meneliti, dia juga membangun laboratorium gerabah di daerah tersebut.

Gerabah khas Melikan Jawa Tengah.

Baca Juga: Desa Sembungan: Desa Tertinggi di Jawa Tengah Dengan Keindahan Alam yang Menakjubkan

Pada tahun 2009, bersama dengan Titian Foundation dan Qatar Foundation, Chitaru menjadi salah satu penggagas berdirinya sekolah kesenian pertama di Indonesia, yaitu SMK N 1 ROTA (Reach Out To Asia) Bayat.

Gerabah Melikan memiliki beragam variasi produk, seperti kendi, pot, vas bunga, kitchen set, aneka permainan anak hingga hiasan interior.

Untuk pemasarannya sendiri tak tanggung-tanggung, bukan hanya diminati oleh warga lokal, gerabah Melikan ini juga merambah pasar ekspor di Amerika.

Selain itu, sentra kerajinan gerabah Melikan ini juga mulai aktif dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi dan budaya.

Hingga saat ini, permintaan kunjungan dari berbagai daerah terus meningkat. Di mana setidaknya dalam kurun waktu satu bulan, terdapat lima kali kegiatan wisata edukasi yang biasanya mampu mendatangkan ratusan peserta.

Paket harga wisata edukasi yang ditawarkan pun juga sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp10 ribu hingga Rp35 ribu per orang tiap sesinya.

Gerabah khas Melikan Jawa Tengah.

Writer: Putri Octavia Saragih


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Klatenkab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU