Sabtu, 02 DESEMBER 2023 • 13:15 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Natal dan Tahun Baru, Ditjen Hubud Kemenhub Pantau 67 Bandara

Author

Aktifitas di Bandara Soekarno-Hatta.

INDOZONE.ID - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan serangkaian langkah proaktif untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan udara selama musim liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara M Kristi Endah Murni menyampaikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi udara untuk mengakomodasi prediksi peningkatan jumlah penumpang.

"Pada periode Natal dan tahun baru kali ini, kami pastikan sarana dan prasarana transportasi udara telah siap melayani pergerakan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan angkutan udara berjalan dengan baik, aman, dan lancar," ungkap Kristi, Sabtu (2/12/2023).

Baca Juga: Curhat WNI Antre Berjam-jam demi Foto di Dekorasi Natal Heritage 1881: Kaya Antre Sembako

Ditjen Hubud memproyeksikan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang untuk Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Dengan estimasi sekitar 4 juta orang, ini menandai peningkatan sebesar 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana tercatat sebanyak 3,4 juta orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Ditjen Hubud mengidentifikasi potensi rute domestik dan internasional yang paling padat. Rute-rute seperti Jakarta (CGK) ke Denpasar (DPS), Makassar (UPG), Medan (KNO), dan Surabaya (SUB) diprediksi menjadi jalur dengan tingkat kunjungan tertinggi dalam negeri.

Sementara itu, untuk rute internasional, perjalanan antara Jakarta (CGK)-Singapura (SIN) dan Denpasar (DPS)-Singapura (SIN) diproyeksikan sebagai yang paling sibuk. Dalam rangka memastikan operasional yang aman dan efisien, Ditjen Hubud akan melakukan pemantauan intensif di sejumlah bandara.

Baca Juga: Wisata Natal di Korea Selatan, Garden of Morning Calm Suguhkan Ribuan Spesies Tanaman

Sebanyak 67 bandara yakni 51 bandara domestik dan 16 bandara internasional akan menjadi fokus pemantauan terhadap aspek keselamatan, keamanan, pelayanan penerbangan, peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat, kendala teknis, dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kelancaran operasional.

“Pemantauan di sejumlah bandara ini dilakukan terkait aspek keselamatan, keamanan, pelayanan penerbangan, peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat, kendala teknis, dan faktor lainnya," jelas Kristi.

Langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika perjalanan udara yang selalu meningkat selama musim liburan. Dengan prediksi jumlah penumpang yang signifikan, Ditjen Hubud berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat yang memilih angkutan udara sebagai sarana transportasi mereka selama liburan Natal dan Tahun Baru.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU