Belum lama ini pesawat AirAsia overbooked ramai jadi perbincangan di media sosial. Hal itu bermula dari unggahan seorang penumpang bernama Susan Yong di akun Facebook-nya.
Susan Yong, salah satu penumpang AirAsia yang mendapatkan pelayanan yang begitu buruk. Dalam postingannya, Susan Yong menuliskan bahwa dirinya memesan tiket pada bulan April untuk perjalanan ke Chiang Mai bersama suami dan orang tuanya.
Baca juga: Selama 21 Tahun Mengudara, AirAsia Sudah Bawa Terbang 700 Juta Penumpang!
Pada 19 November 2022 yang merupakan hari penerbangannya, dia mencoba untuk check-in di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2. Tapi dia diberitahu oleh staf bandara kalau penerbangannya sudah penuh.
Dia kemudian ditawarkan untuk mengambil penerbangan ke Chiang Mai keesokan namun dia menolak karena sudah pesan mobil dan hotel.
“Konter kemudian mengatakan bahwa mereka dapat mengatur agar kami mengambil penerbangan jam 8 malam itu ke Thailand. Jadi saya bertanya, 'Di Thailand mana?' dan mereka menjawab, 'Bangkok',” jelas Yong.
Tidak hanya sampai di situ, Yong juga mengatakan bahwa dia dan suaminya diberi tiket tulisan tangan oleh konter layanan dan mereka diinfokan kalau tempat duduk akan disortir.
Kendala masih terus terjadi, di mana nama Yong, suami dan orang tuanya tidak ada dalam daftar.
Seorang pramugari kemudian menyuruh mereka menunggu sambil mencarikan mereka tempat duduk.
Tiba-tiba, seorang staf laki-laki naik ke pesawat dan dengan tegas memerintahkan Yong dan suaminya untuk turun.
"Anda tidak memiliki tiket, silakan turun dari pesawat sekarang, Anda tidak bisa berada di sini," kata staf laki-laki itu kepada Yong.
Suami Yong kemudian menjelaskan kepada staf laki-laki itu mengatakan apa yang sebenarnya mereka alami, termasuk tiket tulisan tangan yang mereka dapatkan.
Baca juga: Bantu Pramugari, Bos AirAsia Tony Fernandes Santai Kutip Sampah Penumpang di Pesawat
Namun staf menolak mendengarkan dan memerintahkan mereka untuk pergi sambil mengatakan tiket mereka tidak masuk hitungan.
Tampak bingung dengan situasi tersebut, Yong mengatakan kepada suaminya tidak ingin meninggalkan pesawat karena orang tuanya sudah duduk di dalam dan memberi tahu staf bahwa mereka khawatir pesawat akan berangkat tanpa mereka.
Tapi staf laki-laki itu mengancam akan menghubungi petugas keamanan. Karena mereka menolak pergi, petugas keamanan mengeluarkan mereka secara paksa dari pesawat.
"Setidaknya enam sampai tujuh dari mereka dengan sikap sangat buruk datang dan mengusir kami dari pesawat seperti penjahat. Mereka sangat kasar dan saya sangat takut. Untungnya, kami juga memanggil orang tua kami tepat waktu," kata Yong, dikutip dari WeirdKaya.
“Setelah turun dari pesawat, saya tidak bisa berbicara dan hanya bisa menangis,” tulisnya lagi.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: