Rabu, 06 JULI 2022 • 16:35 WIB

Wah! Thailand Ingin Jadi Destinasi Premium Dunia, Ogah Tawarkan Wisata Murah

Author

Turis yang berjalan di jalan setapak di atas kota Cina, Bangkok, Thailand (Unsplash/grapestock).

Thailand merubah haluan pariwisatanya. Pemerintah negeri Gajah Putih tidak lagi ingin mengejar pariwisata massal.

Hal ini tercermin dari pernyataan Wakil Perdana Menteri Thailand yang merangkap Menteri Kesehatan Masyarakat, Anutin Charnvirakul.

"Kita tidak bisa membiarkan orang datang dan tinggal di Thailand karena murah. Tetapkan standar Anda. Jual (wisata) premium. Semakin mahal, semakin banyak pelanggan. Jika tidak, Louis Vuitton tidak akan bisa menjual," ujarnya, seperti dikutip dari laman Bangkok Post, Rabu (6/7/2022).

Anutin menyebut pada semester I/2022, Thailand mengalami kemerosotan pariwisata akibat pandemi COVID-19 dan beragam pembatasan perjalanan internasional.

Sehingga begitu pandemi mulai melandai, Thailand tak ingin lagi menerapkan strategi obral diskon untuk menarik turis asing.

Pemerintah Thailand mendorong agar industri perhotelan, pelaku bisnis, dan rumah sakit swasta mengarahkan target ke kelas mewah dan premium.

Turis asing di Thailand (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Bahkan mereka juga telah meluncurkan sederet program visa jangka panjang untuk warga asing dan profesional terampil yang kaya.

Baca juga: Asyik! Thailand Resmi Cabut Aturan Wajib Masker Bagi Turis Asing

Hal tersebut sebagai bagian dari strategi menarik lebih banyak tamu berduit untuk mengeluarkan uangnya lebih banyak di Thailand.

Kebangkitan Pariwisata

Situasi terpuruk yang dialami Thailand jelas berbeda dari sebelum pandemi melanda dunia. Di mana Thailand merupakan salah satu destinasi terpopuler di Asia yang didatangi hampir 40 juta wisatawan mancanegara pada 2019.

Angka itu sekaligus mencetak rekor sebelumnya. Pemerintah Thailand bahkan tercatat menghabiskan 1,91 triliun baht atau 11 persen dari PDB negara pada tahun itu untuk sektor pariwisata.

Setelah pandemi dimulai, jumlah turis asing yang datang turun drastis, menjadi hanya 6,7 juta orang pada 2020.

Turis asing di Thailand (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Angka itu mayoritas disumbang lewat kedatangan pada tiga bulan pertama 2020, saat WHO belum mendeklarasikan COVID-19 sebagai pandemi. Angkanya merosot menjadi hanya 428 ribu orang pada 2021.

Sehingga saat ini Pemerintah Thailand membuka kembali wisata khususnya ke wilayah Phuket. 

Tak hanya itu, Pemerintah Thailand juga telah mencabut aturan pembatasan perjalanan terkait pandemi dengan tidak lagi mewajibkan turis untuk meregistrasi diri secara daring via Thailand Pass dan tidak wajib masker. 
 

Artikel Menarik Lainnya

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU