Senin, 06 JUNI 2022 • 15:00 WIB

Harga Tiket Masuk Naik, Kawasan Candi Borobudur Bakal Pakai Kendaraan Listrik

Author

Candi Borobudur (Instagram/candiborobudur)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Hal ini menjadi kabar baik di tengah isu kenaikan harga tiket masuk wisata Candi Borobudur menjadi Rp750.000 bagi turis lokal.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan kawasan Borobudur yang menjadi salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) diharapkan mampu menjadi jawara dalam mengimplementasikan kendaraan umum berbasis listrik.

”Pada Mei 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno telah meresmikan layanan kendaraan listrik ramah lingkungan di Borobudur yang dapat digunakan wisatawan untuk berkeliling kawasan serta desa-desa wisata yang ada di sekitarnya," ujar Jemadu dalam peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kawasan Candi Borobudur, seperti yang dikutip dari ANTARA, Senin (6/6/2022).

Dia menjelaskan, saat ini sudah ada kendaraan umum roda dua berbasis listrik yang dapat dipakai oleh para pengunjung ke kawasan tersebut.

Kendaraan pariwisata berbasis listrik bakal digunakan sebagai moda transportasi yang menghubungkan titik-titik utama pariwisata.

Secara bertahap penggunaan kendaraan listrik akan diterapkan di semua destinasi wisata utama seperti di lima DSP.

Baca juga: Luhut Bakal Naikkan Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Jadi Rp750 Ribu bagi Turis Lokal

Sehingga mimpi menjadikan Indonesia sebagai destinasi ramah lingkungan (World Green Destination) bisa tercapai.

"Titik-titik ini meliputi bandara, hotel, dan atraksi wisata. Dalam hal ini, dibutuhkan kolaborasi erat dan sinergi antar pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, badan usaha, dan pihak swasta, utamanya industri Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) di Indonesia," ungkap dia.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap kendaraan berbasis listrik di destinasi pariwisata sangat diperlukan guna mewujudkan Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (SDG’s).

“Melalui penyediaan kendaraan pariwisata berbasis listrik dan SPKLU di destinasi pariwisata, diharapkan tahun depan kawasan Borobudur bersih dari mobil fosil sehingga kawasan Borobudur menjadi kawasan hijau,” ucapnya.

Luhut yang juga mengumumkan kenaikan harga tiket berharap kawasan wisata yang termasuk dalam 7 keajaiban dunia tersebut bisa lebih terawat.

"Langkah ini kami lakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara," jelas Luhut.

Selain tiket masuk, Luhut pun mewajibkan semua wisatawan yang masuk ke Candi Borobudur menggunakan jasa pemandu dari warga lokal.

"Semua turis juga nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur, ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki) terhadap kawasan ini.”

"Sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," bebernya. 

 

 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU