Barang yang rusak pada bagasi merupakan cerita klasik. Nahasnya, kejadian ini malah terjadi pada seorang atlet difabel yang akan tanding di ajang Paralimpiade. Pengalaman yang kurang menyenangkan itu pun dialami, Patrick Flanagan, atlet asal Irlandia. Dia hendak bertanding di Paralampiade Tokyo 2020.
Patrick adalah perenang difabel kategori S6 yang akan tampil di nomor 100m gaya punggung dan 400m gaya bebas. Dia membutuhkan kursi roda khusus untuk mobilitasnya. Melihat hal itu, Patrick pun memberikan pernyataanya.
Yday, I landed in Heathrow on my way to Tokyo for the Paralympic Games. My chair was destroyed. My chair is my independence and to be left in an over sized airport chair is degrading. #Tokyo2020 #Paralympics pic.twitter.com/3JfEwnaciZ
— Patrick Flanagan (@PatrickFlan) August 14, 2021
"Kemarin saya mendarat di Bandara Heathrow London di tengah perjalanan saya ke Tokyo untuk Paralimpiade," ungkap Patrick, melansir Irish Post.
Ketika keluar dari pesawat, Patrick pun terima kembali kursi rodanya. Tetapi, kursi rodanya itu sudah hancur. Hal ini pun membuat Patrick kecewa berat. Sebelum berangkat, Patrick sudah berikan keterangan bahwa kursi roda itu akan masuk dalam bagasi oversized dengan izin dari berbagai pihak.
"Kursi saya hancur. Padahal, kursi ini bagaikan kemerdekaan untuk saya beraktivitas, tapi dibuat hancur begini," dia mengeluhkan.
Patrick pun langsung mencurahkan isi hatinya lewat Twitter. Patrick tidak lupa menyertakan foto kursi roda yang tidak bisa berjalan dan sudah bengkok sana-sini. Ternyata, cuitannya ini mendapat tanggapan dari Bandara Dublin, bandara keberangkatannya.
"Sangat menyesal mendengar ini. Maskapai penerbangan Anda berada di tempat terbaik untuk merespons dan bertanggung jawab untuk menangani bagasi Anda," tulis Bandara Dublin.
Tetapi, cuitan itu langsung dihapus karena dianggap menyinggung sang atlet. Bandara Dublin pun dikritik karena menyebut kursi roda sebagai bagian dari bagasi. Padahal barang itu sangatlah penting untuk difabel.
"Permintaan maaf. Tentu saja kami tidak bermaksud menyinggung kursi roda sebagai bagasi. Kami dengan tulus menyesalinya. Kami telah menghubungi Patrick dan akan menindaklanjuti secara langsung." ungkap mereka.
Untungnya, Bandara Dublin bersedia mencoba untuk memperbaiki keadaan dan mencarikan solusi. Usai melakukan kesepakatan, Bandara Dublin setuju untuk menerbangkan kursi roda cadangan Patrick.
"Tidak semua pengguna kursi roda beruntung untuk memiliki cadangan. Intinya tetap sama, ini tidak boleh terjadi lagi," tulis Patrick.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: