Rabu, 03 JULI 2024 • 10:50 WIB

Fermentasi Produk Ronto, Olahan Kearifan Pangan Lokal Warga Pesisir Kalimantan Selatan

Author

Ilustrasi sambal

INDOZONE.ID - Pesisir Kalimantan Selatan terkenal akan kekayaan laut melimpah. Ketersediaan sumber hasil laut melimpah mendorong warga lokal berkreasi dengan menciptakan olahan produk yang jarang terekspos, salah satunya adalah olahan ronto.

Olahan ronto adalah pasta hasil fermentasi udang rebon segar. Ronto biasanya menjadi bahan pelengkap pembuatan sambal yang menghasilkan cita rasa menggoda lidah.

Proses pembuatan fermentasi ini umumnya dilakukan oleh masyarakat pesisir Kalimantan Selatan, terutama mereka yang tinggal di dekat pantai di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kota Baru.

Kebiasaan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, dengan teknik yang dipertahankan untuk menjaga keaslian rasa dan kualitas produk.

Baca Juga: Peran Saccharomyces Cerevisiae dalam Fermentasi Roti

Pasta Ronto adalah hasil fermentasi dari udang, garam dan nasi dengan perbandingan masing masing 7:1:2. Pembuatan ronto dimulai dengan mencampurkan bahan segar dalam wadah tertutup.

Proses fermentasi yang berlangsung dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen) selama sekitar dua minggu. Awalnya tekstur bahan terlihat kasar, setelah melewati proses fermentasi, beberapa hasil tekstur kasar, berubah menjadi halus berair mirip pasta yang berwarna merah muda.

Selama fermentasi, mikroorganisme bekerja mengurai bahan-bahan dan menghasilkan pasta kaya rasa umami, sedikit asam, dan aroma yang kuat.

Fermentasi biasanya dimulai setelah panen udang rebon yang melimpah. Proses ini memakan waktu sekitar dua minggu, tetapi dapat bervariasi tergantung pada suhu dan kondisi lingkungan. Waktu fermentasi yang tepat penting untuk mencapai keseimbangan rasa yang diinginkan.

Kegiatan fermentasi pasta udang ini banyak dilakukan di desa pesisir Kalimantan. Lingkungan pesisir yang memiliki bahan melimpah dan kondisi cuaca yang mendukung, menjadikan tempat ini ideal untuk fermentasi alami.

Olahan ronto

Baca Juga: Segarnya Salgam Suyu, Jus Tradisional Turki yang Terbuat dari Fermentasi Wortel Hitam

Masyarakat setempat biasanya memanfaatkan wadah khusus untuk menjaga proses fermentasi tetap stabil.

Fermentasi tidak hanya berfungsi sebagai metode pengawetan, tetapi juga memperkaya rasa dan meningkatkan nilai gizi dari bahan-bahan.

Proses ini mengubah nasi dan udang rebon menjadi sambal yang tidak hanya lezat tetapi juga mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Selain itu, fermentasi adalah cara yang efisien untuk memanfaatkan hasil laut yang melimpah di Kalimantan, mencegah pembusukan dan menyediakan sumber makanan yang dapat disimpan lebih lama.

Resep Olahan Ronto

Sambal ronto

Sajian yang tepat untuk menikmati ronto dilakukan dengan mengolah menjadi sambal. Berikut cara memasaknya:

  • Tumis irisan bawang merah, bawang putih, cabai besar dan cabai rawit hingga harum.
  • Tambahkan pasta/ bubur ronto yang telah dicuci dengan air mengalir dalam saringan.
  • Pencucian pasta ronto berguna untuk mengurangi rasa asam, untuk mengurangi rasa asam berlebih proses pencucian dapat dilakukan beberapa kali pengulangan.
  • Kemudian tambahkan tumisan dengan air sedikit dan kelapa parut.
  • Langkah terakhir tambahkan garam, gula dan penyedap kemudian koreksi rasa.
  • Apabila rasa sudah sesuai dengan lidah maka siap untuk disajikan, paling sedap sambal ini digunakan sebagai pelengkap ikan goreng.

 


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal UGM

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU