Rabu, 08 MEI 2024 • 15:35 WIB

Unik! Pasar Ngatpaing Cepogo Boyolali Sediakan Makanan Tempo Dulu, Bayarnya Pakai Koin Benggol

Author

Pasar Ngatpaing Cepogo Boyolali

INDOZONE.ID - Buat kamu yang ingin makanan tradisional tempo dulu dengan nuansa pedesaan yang asri, kamu bisa berkunjung ke Desa Wisata Pasar Ngatpaing yang berada di lereng kaki Gunung Merapi tepatnya di Dukuh Dangean, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati makanan tradisional jaman dulu dengan alat bayar koin benggol. Kamu juga bisa menikmati kesenian tempo dulu, hingga melihat para pedagang yang menggunakan kostum lurik khas tempo dulu.

Untuk sampai ke lokasi ini pengunjung bisa menggunakan kendaraan sepeda motor atau mobil dari Boyolali Kota dengan jarak sekitar 5 kilometer menuju arah Kecamatan Cepogo melalui jalur Solo-Selo-Borobudur.

Sesampainya di pertigaan Desa Paras, ambil ke arah kiri menuju Stadion Kebo Giro Boyolali, dari Stadion Kebo Giro, Paras Boyolali menuju arah barat sekitar 2 kilometer dan masuk ke Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali.

Nah, bagi pengunjung yang tiba di Desa wisata Dangean, di sana sudah banyak petunjuk menuju arah Pasar Ngatpaing yang lokasinya berada di Bukit Tegalan atau di sekitar perkebunan warga yang tidak jauh dari perkampungan.

Pasar Ngatpaing Cepogo Boyolali

Untuk masuk ke Pasar Wisata Dangean ini, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun saat sampai di pintu masuk, pengunjung yang akan menikmati makanan tradisional tempo dulu harus menukarkan uang rupiah terlebih dahulu menjadi uang koin kepingan benggol, karena uang rupiah tidak berlaku selama transaksi dengan para pedagang di lokasi ini.

Untuk satu keping uang koin benggol harganya Rp5 ribu, namun pengelola sudah menyiapkan satu paket keping uang koin benggol berisikan 10 koin keping benggol dengan harga Rp50 ribu.

Baca Juga: Nikmati Racikan Otentik Teh dengan Sensasi Tempo Dulu di Kedai Es Teh Jaya Abadi Bogor, Lagi Viral Lho!

Menariknya lagi, jika uang benggol tersebut tidak habis untuk jajan, maka bisa dikembalikan lagi kepada pengelola atau kasir yang berada di depan pintu masuk.

Pasar Ngatpaing Cepogo Boyolali

Berbagai menu tradisional tempo dulu dijual oleh para pedagang, mulai dari sawut, sego jagung, gemblong, gatot, cetil, gudangan, satay, gado gado, baceman, hingga minuman khas seperti jahe, kuwut, wedang ronde, hingga es degan.

Menurut salah satu pedagang, Niniyarti (56) dia ikut berdagang di sini sudah sekitar 8 tahun. Awalnya dulu ada 35 pedagang yang ikut jualan, semuanya warga Desa Dangean dan Gedangan. Dan untuk makanan yang dijual disini semuanya harus makanan tradisional tempo dulu seperti tiwul, ketan hitam, ketan putih, jadah, sego jagung dan lainnya.

Selain itu, pakaian para pedagang juga harus tradisional yaitu lurik tempo dulu. Bagi pengunjung yang hendak membeli dagangan, harus menukarkan uang rupiah ke uang koin dulu yang ada di kasir depan.

Di Pasar Ngatpaing ini hanya buka 35 hari sekali atau selapan sekali dalam penggalan Jawa.

Sementara itu, saat Z Creator Eksani mengunjungi Pasar Ngatpaing di Kampung Wisata Dangean pada Minggu pagi, ratusan warga dari berbagai daerah sudah memadati tempat tersebut untuk bersiap mengikuti seremonial pembukaan Pasar Ngatpaing dengan berolahraga senam pagi bersama lansia dan warga sekitar.

Ada juga penampilan tarian Topeng Ireng dan Tari Buto Gedruk yang menambah meriah suasana.

Baca Juga: Cepogo Cheese Park Bisa Sambil Belajar Membuat Keju, Wisata Edukasi Baru di Boyolali

Pasar Ngatpaing Cepogo Boyolali

"ini saya beli selenjongan makanan tradisional khas daerah sini berisi tiwul, cetil dan ketan hitam yang dipadu dengan parutan kelapa. Uniknya tadi belinya harus pakai koin benggol yang uang rupiah bisa ditukar di depan tadi. Suasananya pun asri pedesaan jauh dari hingar bingar perkotaan, selain itu adanya pasar wisata dangean ini bisa mengangkat umkm yang ada di desa ini," ujar Dina Astuti, salah satu pengunjung dari Ngemplak, Boyolali.

Setiap dibukanya Pasar Ngatpaing di Desa Wisata Dangean ini pengelola menyiapkan berbagai macam atraksi kesenian seperti jathilan, Tari Topeng Ireng, Tari Butho Gedruk, Tari Gambyong, dan kegiatan lainnya seperti senam dan olahraga bersama hingga mengajak anak anak untuk melukis dan menggambar bersama di lokasi tersebut.

Sejak dikelola secara profesional, pendapatan para pedagang naik, bahkan setiap kali buka Pasar Ngatpaing satu pedagang bisa mendapatkan Rp500 ribu hingga Rp1 juta tergantung dagangannya.

Nantinya semua pedagang yang mendapatkan koin benggol tersebut harus menukarkan kembali kepada pengelola Pasar Ngatpaing. Dalam sehari buka pengelola bisa mendapatkan Rp12,5 juta hingga Rp17,5 juta. Nantinya, uang tersebut ditukarkan koin dengan pada para pedagang dan dikurangi operasional pasar wisata.

Nah, bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Boyolali, pastikan dulu harinya minggu pahing untuk datang ke tempat ini agar tidak kecele saat sudah berada di lokasi.

 


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU