INDOZONE.ID - Di Distrik Nam Busan, terdapat sebuah restoran kecil di sudut gang tua pasar Uam-dong.
Restoran itu menyajikan mie dingin ala Korea Utara yang biasanya dikonsumsi oleh para pengungsi Korea Utara yang merindukan kampung halaman mereka.
Diketahui bahwa bisnis ini telah dijalankan selama lebih dari 100 tahun oleh sebuah keluarga pengungsi dari Korea Utara.
Bisnis ini dijalankan oleh lima generasi dari keluarga You, yang melarikan diri dari Korea Utara selama Perang Korea tahun 1950-1953.
Busan adalah tempat pertama bisnis mie gandum dingin atau yang disebut dengan Milmyeon di Korea Selatan.
Baca Juga: Sering Dipakai di Masakan Korea, Ini Bahan yang Digunakan untuk Membuat Gochujang
Milmyeon adalah kependekan dari "mil" (gandum) dan "naengmyeon" (mie dingin), merupakan makanan khas Busan yang berasal dari Korea Utara.
You dan keluarganya diketahui termasuk di antara pengungsi perang Korea Utara yang datang ke Korea Selatan, melalui evakuasi Hungnam pada Desember 1950, sebuah operasi yang juga dikenal sebagai Keajaiban Natal.
Pada Maret 1953, keluarganya yang mengelola sebuah restoran di Korea Utara selama 30 tahun, membuka kedai mie di Busan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kedai mie tersebut diberi nama Naeho yang diambil dari nama desa tepi pantai Korea Utara tempat keluarga tersebut berasal.
Kedai ini menyajikan mie gandum yang memiliki tekstur juicy dan kenyal, di atasnya diberi potongan mentimun segar, lobak, dan setengah telur rebus, dengan sesendok kaldu sapi dingin yang dituangkan di atasnya.
Lalu ditambahkan pasta lada pedas dan asin yang akrab dengan masyarakat Provinsi Gyeongsang, ini dilakukan untuk menarik selera masyarakat lokal.
Baca Juga: Galbitang, Sejarah Sup Iga Korea yang Nikmat Disantap saat Musim Hujan
Mie gandum dingin ini pun mendapat perhatian nasional melalui liputan media, dan berubah menjadi makanan khas setempat.
Kemudian mulai bermunculan beberapa restoran milmyeon lainnya di kota, masing-masing menampilkan interpretasi hidangan yang berbeda.
Restoran milik keluarga You kini cukup besar untuk menampung lebih dari 80 tamu sekaligus dan banyak dicari dan dipuji oleh penduduk setempat, media, penikmat makanan, dan wisatawan.
Di musim panas, orang-orang mengantri panjang untuk mencicipi makanan khas setempat tersebut.
Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mencobanya di sana?
Writer: Putri Octavia Saragih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Koreatimes.co.kr