Jumat, 05 JUNI 2026 • 10:09 WIB

Solo Resmi Jadi Wellness City! Tawarkan Gaya Hidup Sehat dengan Biaya Lebih Terjangkau

Author

Acara konferensi pers Swaraga (Indozone/Salsabila Az Zahra)

INDOZONE.ID - Kota Solo kini resmi memperkenalkan identitas barunya sebagai "Wellness City" atau pusat kesehatan dan kebugaran.

Melalui konsep Solo Living atau Slow Living, kota ini menawarkan suasana yang tenang bagi masyarakat urban yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk ibu kota.

Baca juga: 13 Idol K-Pop Gen 1: dari Boy Group, Girl Group, sampai Solo

Branding yang dibuat diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru di sektor kreatif dan pariwisata.

Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, mengungkapkan bahwa Solo kini menjadi destinasi pilihan utama untuk beristirahat, bahkan mengungguli Yogyakarta sebagai kota terbaik bagi pensiunan.

Salah satu alasan daya tarik utamanya adalah karena biaya hidup yang sangat terjangkau.

“Kita melihat ekosistem Solo Living itu harus ada. Kota solo kini mulai muncul banyak tempat gym, coffee shop baru yang kreatif, kelas yoga, treatmen, dan sebagainya. Saya rasa ini harus direspon, dan ikut dibantu untuk dipromosikan,” tutur Ardi.

Ia menambahkan bahwa biaya untuk kelas yoga, tempat gym, lapangan padel, hingga kebutuhan sehari-hari di Solo bisa 50 persen lebih murah di Solo dibandingkan dengan Jakarta.

Selain itu, tata kota yang efisien memungkinkan perpindahan antar lokasi dilakukan dalam waktu singkat, sehingga sangat mendukung gaya hidup sehat.

Untuk memperkuat citra yang dibangun, sebuah kolaborasi kreatif bertajuk "Swaraga" resmi diluncurkan.

Acara tersebut merupakan gabungan dari tiga pilar utama, yaitu Suara (musik), Karya (ekonomi kreatif), dan Raga (kesehatan). 

Baca juga: Angga Maliq, Personel Maliq & D'Essentials Soroti Pentingnya Wellness dan Mindfulness di Industri Musik

Inisiatif ini digarap oleh konsorsium yang melibatkan grup musik Maliq & D’Essentials, penyelenggara festival Boss Creator, dan media sportainment Vindes.

Laksamana Satrio AP, Co-Founder & CBO VINDES, menjelaskan bahwa Swaraga mengusung konsep wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).

Pengunjung tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga diajak untuk terlibat dalam aktivitas yang menyehatkan jiwa dan raga.

"Kami ingin menjadikan Solo sebagai magnet bagi masyarakat urban untuk merasakan wellness yang berakar pada warisan budaya namun tetap relevan dengan zaman sekarang," ungkap Satrio.

Acara ini akan dipusatkan di Taman Balekambang, sebuah lokasi bersejarah yang dulunya digunakan untuk menjamu kerabat kerajaan.

Beragam aktivitas menarik juga telah disiapkan, mulai dari yoga dan pilates bersama instruktur profesional seperti Anjasmara, hingga meditasi tradisional Jawa seperti Banyu Jawi dan Laras Huning yang dipadukan dengan gerakan tari.

Pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas seperti jamu dan mengikuti workshop kreatif seperti pembuatan lilin hingga pembacaan karakter melalui metode Wuku.

Riandika Windatama, perwakilan Boss Creator, mengungkapkan bahwa pemilihan Solo sebagai lokasi acara didasari oleh posisi geografisnya yang sangat strategis. 

Baca juga: Daftar 5 Usaha Kuliner Artis Tanah Air: Padukan Cita Rasa Khas dengan Harga Sepadan

Solo dikelilingi oleh kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Semarang, serta wilayah Jawa Timur bagian barat yang dapat dijangkau hanya dalam waktu 45 menit hingga satu jam.

Akses transportasi yang mudah, termasuk adanya fasilitas KRL yang terjangkau, menjadikan Solo sebagai titik temu yang ideal bagi audiens lintas provinsi.

Keunikan Swaraga terletak pada semangat kolaborasinya. Riandika menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar membawa tren Jakarta ke daerah, melainkan bersinergi dengan ekosistem lokal melalui komunitas yang melibatkan pengusaha, pegiat ekonomi, hingga ahli audio setempat.

"Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas Solo kepada generasi muda secara lebih luas melalui kolaborasi ini," jelas Riandika.

Festival ini juga akan dimeriahkan oleh deretan musisi ternama seperti Maliq & D’Essentials, Nadhif Basalamah, Silampukau, Sore, dan Bilal Indrajaya.

Melalui sinergi antara tradisi dan tren modern, Solo optimis dapat bertransformasi dari sekadar destinasi wisata menjadi tempat pengalaman hidup yang menyehatkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU