Rabu, 20 MEI 2026 • 19:00 WIB

Thailand Pangkas Masa Bebas Visa, Soroti Maraknya Kejahatan Warga Asing

Author

Ilustrasi visa. (freepik)

INDOZONE.ID - Pemerintah Thailand memutuskan untuk memangkas durasi bebas visa bagi wisatawan dari lebih dari 90 negara. 

Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk menekan tindak kriminal yang melibatkan warga negara asing sekaligus memperketat pengawasan terhadap penyalahgunaan izin tinggal.

Langkah tersebut diumumkan pemerintah Thailand pada Selasa, 19 Mei 2026. Kebijakan baru ini muncul di tengah meningkatnya kasus kriminal lintas negara yang melibatkan turis maupun pendatang asing di Negeri Gajah Putih.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara, Ada di Thailand

Thailand Perketat Aturan Bebas Visa

Selama ini, wisatawan dari lebih dari 90 negara mendapat fasilitas masuk tanpa visa dengan masa tinggal hingga 60 hari. Negara-negara tersebut mencakup kawasan Schengen di Eropa, Amerika Serikat, Israel, hingga sejumlah negara di Amerika Selatan.

Namun, pemerintah Thailand kini menilai aturan tersebut terlalu longgar dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aktivitas ilegal.

Menteri Pariwisata Thailand, Surasak Phancharoenworakul, mengatakan kabinet telah menyetujui pengurangan masa tinggal bebas visa. Nantinya, kebijakan baru akan diterapkan berdasarkan kategori negara asal wisatawan.

Sebagian besar turis kemungkinan hanya akan memperoleh izin tinggal selama 30 hari, sementara beberapa negara lainnya bisa mendapatkan batas maksimal 15 hari saja.

Baca juga: Remaja Ditangkap di Bandara Thailand karena Selundupkan 30 Kura-kura di Balik Pakaian

Dipicu Maraknya Kasus Kriminal Warga Asing

Keputusan pemerintah Thailand tidak lepas dari meningkatnya penangkapan warga asing dalam berbagai kasus kriminal beberapa waktu terakhir.

Otoritas setempat mengungkap adanya keterlibatan warga negara asing dalam kasus narkoba, perdagangan manusia, hingga praktik bisnis ilegal seperti pengoperasian hotel dan sekolah tanpa izin resmi.

Pemerintah menilai skema bebas visa selama 60 hari memberi celah bagi oknum tertentu untuk tinggal lebih lama dan menjalankan aktivitas yang melanggar hukum.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, sebelumnya juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan kejahatan transnasional.

Ia menekankan bahwa Thailand tidak menargetkan negara tertentu, melainkan individu yang memanfaatkan sistem visa untuk kepentingan ilegal.

Perpanjangan Visa Tetap Bisa Dilakukan

Meski masa tinggal dipangkas, wisatawan masih memiliki kesempatan memperpanjang izin tinggal satu kali melalui kantor imigrasi setempat.

Namun, proses perpanjangan tidak lagi otomatis. Petugas imigrasi akan mengevaluasi alasan wisatawan yang ingin menetap lebih lama di Thailand.

Pemerintah menyebut setiap pengajuan perpanjangan akan diperiksa secara individual untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan izin tinggal.

Sebelumnya, masa bebas visa Thailand hanya berlaku selama 30 hari. Pemerintah kemudian memperpanjangnya menjadi 60 hari pada Juli 2024 guna mendorong pemulihan sektor pariwisata pascapandemi COVID-19.

Pariwisata Masih Jadi Andalan Ekonomi Thailand

Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Thailand. Industri ini menyumbang lebih dari 10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Meski demikian, jumlah wisatawan asing masih belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi.

Data Kementerian Pariwisata Thailand menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan asing pada kuartal pertama 2026 turun sekitar 3,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan cukup tajam juga terjadi pada wisatawan asal Timur Tengah yang merosot hampir sepertiga.

Walau demikian, pemerintah Thailand tetap optimistis sektor wisata akan tumbuh sepanjang tahun ini. Thailand menargetkan sekitar 33,5 juta wisatawan mancanegara pada 2026, meningkat tipis dibanding hampir 33 juta pengunjung tahun lalu.

Pemerintah Cari Keseimbangan antara Wisata dan Keamanan

Pemerintah Thailand menegaskan bahwa wisatawan asing tetap memberikan kontribusi besar bagi ekonomi nasional. Namun di sisi lain, keamanan dan ketertiban juga menjadi prioritas utama.

Karena itu, kebijakan baru ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara upaya menarik wisatawan dan pengawasan terhadap aktivitas ilegal yang melibatkan warga asing.

Dengan aturan yang lebih ketat, Thailand berharap tetap menjadi destinasi wisata favorit dunia tanpa mengorbankan stabilitas keamanan dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU