INDOZONE.ID - Jim Whittaker, pendaki Amerika Serikat pertama yang mencapai puncak Gunung Everest, meninggal dunia pada usia 97 tahun. Kabar ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga.
Ia menaklukkan titik tertinggi di bumi pada 1 Mei 1963. Whittaker tetap menjadi salah satu pendaki paling dihormati selama beberapa dekade, bahkan sempat kembali ke Everest bersama keluarganya saat berusia 83 tahun.
Whittaker meninggal pada Selasa (7/4/2026) di rumahnya di Port Townsend, Washington. Ia mengembuskan napas terakhir dikelilingi keluarga dan orang-orang tercinta, sebagaimana dikonfirmasi putranya, Leif, kepada BBC.
Pahlawan Rakyat Amerika yang Hidup untuk Petualangan
Sebagai pahlawan rakyat Amerika, Whittaker menjalani hidup yang “didedikasikan untuk petualangan, pelayanan, keluarga, dan kepedulian terhadap alam,” demikian bunyi obituari keluarganya.
Ia meninggal di tempat tidur dengan “pemandangan luas wilayah yang ia cintai: Pegunungan Olympic, Teluk Port Townsend, dan Selat Juan de Fuca.”
Dikenal dengan panggilan Big Jim, Whittaker lahir di Seattle pada 10 Februari 1929. Ia mulai mendaki bersama saudara kembarnya, Lou Whittaker, sebagai anggota Pramuka pada 1940-an.
Baca juga: Wanita Amerika Latin Ini Berhasil Mencetak Rekor, Jadi yang Pertama Daki Gunung Everest!
Pada usia 16 tahun, keduanya berhasil menaklukkan Gunung Olympus setinggi 2.428 meter.
Whittaker mengukir namanya dalam sejarah pada 1963 bersama Nawang Gombu Sherpa saat mencapai puncak setinggi 8.849 meter di perbatasan Nepal dan China. Prestasi ini menginspirasi generasi penjelajah dan memicu perkembangan pendakian gunung modern di Amerika Serikat.
Ia dianugerahi Hubbard Medal oleh Presiden AS John F. Kennedy atas pencapaiannya. Whittaker kemudian mengenang bahwa ia adalah pendaki tertinggi dalam tim, sementara Gombu adalah yang terpendek.
Belajar Merendahkan Hati di Gunung
“Anda belajar, saat mendaki gunung yang sulit, untuk meninggalkan ego dan menyadari bahwa Anda hanyalah setitik debu kecil dalam hidup ini,” kata Whittaker seperti yang dilansir dari BBC.
“Anda belajar mengenali kelemahan diri dan memiliki perspektif yang lebih luas.”
Whittaker kembali ke Everest pada 2013 bersama putranya, Leif, yang juga seorang pendaki. Ia juga menuangkan pengalamannya dalam memoar berjudul A Life on the Edge.
Gubernur Washington Bob Ferguson memberikan penghormatan melalui media sosial X.
“Ia menginspirasi banyak generasi pendaki untuk menjelajahi alam terbuka, termasuk saya. Saya bersyukur atas waktu yang saya habiskan bersamanya selama bertahun-tahun,” tulis Ferguson.
Ketokohan Whittaker semakin besar setelah pendakian Everest. Ia menjalin persahabatan dekat dengan keluarga Kennedy dan menjabat sebagai ketua negara bagian untuk kampanye presiden Senator Robert F. Kennedy.
Baca juga: 6 Fakta Everest, Gunung Tertinggi di Dunia yang Terus Tumbuh
Jejak di REI dan Konservasi Alam
Whittaker juga meninggalkan jejak penting di REI, perusahaan perlengkapan luar ruangan. Ia menjadi karyawan penuh waktu pertama perusahaan tersebut pada 1955 dan menjabat sebagai presiden serta CEO kedua dari 1971 hingga 1979.
“Jim menunjukkan kepada dunia apa yang mungkin terjadi ketika keberanian didasari oleh tujuan,” kata REI dalam pernyataan kepada BBC. REI menyebutnya sebagai “pelopor sejati dan pemimpin yang dermawan.”
Whittaker juga menjadi suara penting dalam advokasi perlindungan alam. Ia bersaksi di depan Kongres pada 1968, dan upayanya turut membantu pendirian Taman Nasional North Cascades, Taman Nasional Redwood di California, serta kawasan liar Pasayten di Washington.
Sepanjang hidupnya, Whittaker mengukur kesuksesan bukan dari pencapaian pribadi, melainkan dari komunitas yang ia bangun, tanggung jawab yang ia teladankan, serta orang-orang yang ia inspirasi untuk melangkah keluar dan menemukan sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bbc.com