INDOZONE.ID - Ada banyak festival unik di dunia. Tiap negara punya cara unik untuk merayakan budaya atau tradisi mereka.
Tak sedikit juga negara punya festival dengan konsep di luar nalar, tapi justru di situlah daya tariknya.
Dalam artikel ini, Indozone akan rangkum tujuh festival unik dari berbagai belahan dunia yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga magnet untuk mendatangkan wisatawan.
Baca juga: 5 Keseruan Batulicin Festival di Malam Tahun Baru 2026, Berhasil Hidupkan Pariwisata Lokal
1. Festival Songkran - Thailand
Songkran merupakan festival Tahun Baru Thailand yang dirayakan setiap 12-16 April dengan pesta perang air besar-besaran. Awalnya, festival ini dilakukan dengan memercikkan air ke bahu orang lain sebagai simbol penyucian diri, doa membawa kebahagiaan, keberuntungan dan berkah.
Namun lama-kelamaan, tradisi ini berkembang menjadi jauh lebih meriah. Warga lokal kini merayakannya dengan pistol air, ember, hingga selang pemadam, menjadikan Songkran sebuah pesta air raksasa di jalanan.
Wisatawan dari berbagai penjuru dunia pun datang untuk ikut meramaikan perayaan ini. Songkran tak cuma festival hiburan, tetapi juga momen tepat untuk merasakan keramahan masyarakat Thailand sekaligus mengenal budaya lokal lebih dekat.
2. Festival Up Helly Aa - Skotlandia
Festival unik lainnya adalah Up Helly Aa yang digelar di kota Lerwick di Kepulauan Shetland, Skotlandia. Up Helly Aa merupakan festival api terbesar di Eropa yang digelar pada hari Selasa terakhir bulan Januari setiap tahun.
Dalam festival ini, para pria lokal akan memakai kostum ala bangsa Viking. Mereka lalu beramai-ramai berjalan sambil membawa obor. Puncak acara terjadi saat obor-obor tersebut digunakan untuk membakar sebuah kapal replika Viking (galley ship), menciptakan api unggun raksasa yang spektakuler.
3. Festival Keju Menggelinding - Inggris
Cooper's Hill Cheese-Rolling and Wake atau biasa disebut keju menggelinding adalah festival tahunan ekstrem di Inggris yang diadakan setiap akhir Mei di Cooper's Hill, Gloucestershire.
Orang-orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Cooper’s Hill, sebuah bukit curam di wilayah barat daya Inggris. Mereka semua menatap keju Double Gloucester berbentuk bulat seberat sekitar 4 kilogram.
Begitu keju tersebut digelindingkan dari puncak bukit, para peserta langsung berlari, terpeleset, terguling, dan jatuh mengejarnya sampai ke bawah.
Meski sangat ekstrem dan berbahaya, aturan festival ini cukup sederhana. Bagi siapa yang berhasil menangkap keju, dialah pemenangnya dan keju boleh dibawa pulang.
4. Festival Perang Tomat - Spanyol
La Tomatina merupakan festival perang tomat tahunan terbesar di dunia yang diadakan setiap hari Rabu terakhir bulan Agustus di Buñol, Valencia, Spanyol. Perang tomat ini setiap tahunnya berhasil mengundang ribuan peserta.
Selama festival berlangsung, jalanan kota berubah menjadi lautan merah karena massa saling melempar lebih dari 150.000 buah tomat.
Tomat yang digunakan bukan yang berkualitas, melainkan berkualitas rendah, sehingga tidak menimbulkan masalah pemborosan makanan.
Festival ini bukan perayaan panen tomat melainkan bermula dari aksi lempar-lemparan makanan spontan pada tahun 1940-an.
5. Festival Holi - India
Festival Holi adalah festival musim semi umat Hindu di India yang dikenal sebagai "festival warna" atau "festival cinta". Festival ini menandai datangnya musim semi sekaligus merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Orang-orang turun ke jalanan untuk bernyanyi, menari, dan saling melempar bubuk warna-warni dalam suasana sukacita.
Holi dirayakan pada hari bulan purnama (Purnima) di bulan Phalguna dalam kalender Hindu, yang biasanya jatuh pada akhir Februari atau Maret dalam kalender Masehi.
6. La Battaglia Delle Arance (Perang Jeruk) - Italia
Italia juga punya festival yang mirip perang tomat di Spanyol, namanya La Battaglia delle Arance. Ini merupakan festival perang jeruk, di mana warga Ivrea, sebuah kota di Italia utara saling melempar lebih dari 500.000 jeruk.
Uniknya, festival ini bukan soal vitamin C atau melawan flu musim dingin. Festival ini konon berasal dari zaman abad pertengahan. Konon, seorang perempuan muda bernama Violetta, putri seorang penggiling gandum, melawan seorang bangsawan yang berbuat semena-mena kepadanya.
Keberanian Violetta membangkitkan semangat warga Ivrea untuk bangkit, menyerbu istana, dan membebaskan kota mereka. Festival ini biasanya digelar pada hari-hari menjelang Shrove Tuesday, biasanya jatuh pada Februari atau Maret.
7. Festival Boryeong Mud - Korea Selatan
Festival Boryeong Mud (Lumpur Boryeong) di Korea Selatan merupakan festival musim panas yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Selama pertengahan Juli hingga awal Agustus, kota Boryeong berubah jadi arena bermain lumpur raksasa.
Festival lumpur ini bukan tradisi religi. Namun festival ini awalnya dibuat sebagai strategi pemasaran industri kosmetik untuk mempromosikan lumpur Boryeong yang terkenal kaya mineral dan bagus untuk perawatan kulit.
Baca juga: Kaleidoskop 5 Event Wisata Terpecah 2025, Festival Pacu Jalur Jadi Ikon!
Kini, Boryeong Mud Festival dikenal sebagai festival lumpur terbesar di dunia dan setiap tahunnya menarik jutaan pengunjung dari berbagai negara.
Itulah tujuh festival unik dari beragam negara di dunia. Kalau diberi kesempatan, kamu paling pengin ngerasain festival yang mana?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Getyourguide