Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 17:00 WIB

YLKI Soroti Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo, Minta Audit dan Perlindungan Konsumen Diperkuat

Author

Ilustrasi kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo (Dok. Antara)

INDOZONE.ID - Insiden tenggelamnya kapal wisata phinisi KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 26 Desember 2025 malam lalu menjadi sorotan serius berbagai pihak.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi sektor pariwisata nasional. 

YLKI menegaskan bahwa penyebab tenggelamnya kapal harus diusut secara menyeluruh, apakah murni akibat force majeur seperti cuaca ekstrem, atau terdapat unsur kelalaian manusia (human error) dalam operasional kapal wisata.

Baca juga: Kapal Wisata Terbalik di Labuan Bajo

Ketua YLKI, Niti Emiliana, menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban insiden tersebut. 

Ia menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha pariwisata bahwa konsumen memiliki hak atas keamanan, kenyamanan, dan keselamatan selama berwisata.

"YLKI mendorong Kelayakan teknis kapal wisata perlu diaudit secara independen apakah kapal wisata tersebut sudah mengantongi izin dan telah dilakukan uji laik beroperasi. Karena kapal yang standar dan laik operasi menjadi pondasi dasar yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan konsumen bertransportasi," ungkap Niti Emiliana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, keselamatan wisatawan tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan bisnis, terutama di tengah tingginya mobilitas wisatawan pada musim liburan akhir tahun.

YLKI juga mendesak agar kelayakan teknis kapal wisata diaudit secara independen. 

Audit tersebut mencakup kepemilikan izin operasional, hasil uji laik laut, hingga standar keselamatan kapal.

Kapal wisata yang memenuhi standar dan laik beroperasi dinilai sebagai pondasi utama dalam menjamin keselamatan konsumen. Tanpa pengawasan ketat, risiko kecelakaan serupa berpotensi kembali terulang.

Berdasarkan laporan yang beredar, otoritas terkait tengah melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa dokumen kapal, kru, serta prosedur keberangkatan sebelum insiden terjadi.

Dalam catatannya, YLKI menyoroti pentingnya transparansi informasi cuaca kepada konsumen sebelum keberangkatan. Pelaku usaha diminta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca tidak mendukung.

YLKI juga menegaskan bahwa dalam situasi pembatalan akibat cuaca, konsumen berhak mendapatkan refund penuh atau penjadwalan ulang tanpa potongan biaya. Menurut YLKI, tidak boleh ada ruang tawar-menawar dalam hal keselamatan wisatawan.

Baca juga: Wisata Seru di Banyuwangi: Naik Kapal Listrik Sambil Menikmati Sunset Pantai Boom

Apabila insiden ini terbukti disebabkan kelalaian, YLKI meminta pelaku usaha bertanggung jawab penuh. Konsumen yang selamat berhak mendapatkan pendampingan pemulihan trauma, kompensasi kerugian, serta proses klaim asuransi yang jelas dan tidak berbelit.

Beberapa laporan media menyebutkan bahwa para penumpang sempat mengalami kepanikan saat kapal mengalami gangguan, sehingga aspek pemulihan psikologis juga menjadi perhatian penting pasca-kejadian.

YLKI mengingatkan bahwa Labuan Bajo bukan sekadar destinasi wisata nasional, melainkan telah menjadi etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Penanganan yang cepat, transparan, dan profesional dari pemerintah sangat krusial untuk menjaga kepercayaan wisatawan mancanegara.

Pemerintah pusat maupun daerah didorong untuk menunjukkan keseriusan dalam penegakan standar keselamatan pariwisata laut.

Tingginya permintaan wisata, khususnya di destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, menurut YLKI harus diimbangi dengan penguatan perlindungan konsumen di sektor jasa pariwisata. Pengawasan, regulasi, dan tanggung jawab pelaku usaha menjadi kunci untuk menghadirkan pariwisata yang aman dan berkelanjutan.

"Secara umum, kecelakaan tenggelamnya kapal wisata di Labuan Bajo harus menjadi refleksi bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan menghadirkan pariwisata yang ramah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," tambah Niti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release YLKI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU