INDOZONE.ID – Siapa sangka, kota yang dikenal dengan macetnya tiada ampun ini akhirnya mencetak sejarah. Jakarta kini resmi menyandang status sebagai kota terbesar di dunia, menyalip Tokyo yang selama bertahun-tahun duduk di posisi puncak.
Menurut laporan PBB terbaru, ibu kota Indonesia ini dihuni oleh sekitar 42 juta penduduk, angkanya sangat fantastis yang bikin geleng-geleng kepala. Padahal, di 2018 Jakarta masih berada di peringkat ke-33, namun kini melesat jauh ke puncak daftar megacity dunia.
Hampir setengah dari 8,2 miliar penduduk dunia kini tinggal di kawasan perkotaan.
Jika di tahun 1975 hanya ada delapan kota dengan populasi di atas 10 juta, hari ini jumlahnya sudah mencapai 33 kota, dan 19 di antaranya berada di Asia. Asia makin padat, makin ramai, makin panas!
Baca juga: Mumpung Masih Tanggal Muda, Ini 6 Tempat Makan Fancy Dining di Jakarta
Jakarta vs Tokyo: Menggeser Pemegang Tahta Lama
Tokyo yang selama ini dianggap raksasa kota dunia mesti mengalah. Laporan menyebutkan bahwa berdasarkan definisi baru terkait wilayah kota dan urban area, sebenarnya Jakarta sudah menyalip Tokyo sejak 2010, namun baru kini pengakuan resmi dirilis secara global.
Dikutip Timeout, Tokyo kini turun ke posisi ketiga, sementara di urutan kedua ada Dhaka, Bangladesh, dengan populasi sekitar 36 juta penduduk. Setelah itu menyusul berturut-turut New Delhi, Shanghai, Guangzhou, Kairo, Manila, Kolkata, hingga Seoul.
Baca juga: 6 Destinasi Wisata di Jakarta yang Cocok untuk Liburan Natal Ada Salju Juga lho!
Jakarta Penuh Tantangan
Menjadi kota terbesar bukan berarti semua baik-baik saja. Jakarta punya segudang PR besar. Selain rawan banjir, sering padat merayap, dan berada di zona rawan gempa, kota ini juga menghadapi masalah serius lain, seperti penurunan permukaan tanah yang terjadi begitu cepat.
Jumlah penduduk yang terus membengkak bikin Jakarta makin padat, makin sesak. Tidak heran berbagai wacana pemindahan ibu kota terus bergaung dan pembangunan IKN di Kalimantan mulai dikebut.
Sementara Itu, Tokyo justru mengalami penyusutan populasi. Dan menariknya, di saat Jakarta terus tumbuh, Tokyo justru diprediksi menyusut 2,7 juta jiwa pada 2050.
Fenomena ini terjadi seiring krisis populasi lansia yang dialami Jepang, makin sedikit anak muda, angka kelahiran rendah, dan biaya hidup tinggi bikin banyak orang enggan tinggal di kota besar.
Untuk sekarang, Jakarta boleh berbangga, sekaligus harus bersiap menghadapi tantangan besar yang menunggu di depan. Sebagai warga Jakarta sudah siapkah kamu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timeout