INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa akhir-akhir ini ditemukan fakta bahwa sebagian besar gen Z lebih menyukai wellnes tourism. Lebih dari itu wellness tourism ini, menjadi kekuatan baru di pariwisata Indonesia
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menilai tren ini makin diminati generasi muda yang mencari pengalaman healing dan pemulihan diri. Dengan kekayaan budaya dan ritual lokal, Indonesia siap mengubah wellness tourism menjadi magnet baru pariwisata yang relevan dan bernilai ekonomi tinggi di masa depan.
Ritual Tradisi Jadi Hype Travel Anak Muda
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa wellness tourism adalah kekuatan baru pariwisata Indonesia yang bersumber dari tradisi Nusantara.
Di wilayah Jawa Tengah, Bali, hingga Solo, ritual seperti lulur, jamu, dan spa sudah jadi fondasi pengalaman wellness lokal.
"Indonesia ini kaya akan tradisi wellness, antara lain seperti di Jawa, Solo, dan juga di Bali. Kita punya produk-produk 'wellness' seperti lulur, jamu, dan spa, ada banyak sekali," ujar Menpar yag dikutip oleh ANTARA.
Menurutnya, Gen Z dan milenial sekarang cari perjalanan yang bisa bantu mereka healing dan pulihkan diri dari tekanan. Tren ini membuka peluang besar untuk pariwisata wellness yang lebih relevan, meaningful, dan viral-ready di kalangan anak muda.
Gamelan dan Tarian Jadi “Obat” Traveling
Selain treatment fisik, budaya lokal juga mulai jadi highlight paket wellness tourism. Aktivitas seperti memainkan gamelan dan belajar menari tradisional Jawa sudah dipadukan dalam pengalaman wisata wellness modern.
Baca juga: Pariwisata Indonesia Melesat! Setahun Kabinet Merah Putih Catat Pertumbuhan Kunjungan Wisman 12,3%
Pendekatan ini dinilai punya efek menenangkan sekaligus healing untuk mental yang lelah karena tekanan global.
"Sound healing kita dengan memainkan gamelan bisa menenangkan jiwa kita. Dan belajar menari Jawa juga sebenarnya therapeutic," ucap Menpar lagi.
Global Wellness Institute bahkan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi wellness tertinggi di Asia Tenggara. Anak muda kini bisa healing sambil reconnect ke budaya, bikin pengalaman wisata lebih personal, chill, dan konten-friendly.
Dampak Ekonomi Wellness yang Gak Main-Main
Wonderful Indonesia Wellness 2025 berlangsung dari 1–30 November 2025 dan menarik 2.000–3.700 pengunjung. Ada >750 pelaku wellness, 140 seniman, serta 900 pelaku event organizer yang ikut terlibat dalam rangkaian ini. Di Yogyakarta, hampir 100 UMKM juga berkontribusi dalam ekosistem wellness tourism lokal.
“Pelaksanaan WIW 2025 di Yogyakarta dan Solo telah mencatat transaksi sekitar Rp9 miliar, sementara total perputaran ekonomi diperkirakan mencapai hampir Rp400 miliar," kata Deputi Events Kemenpar, Vinsensius Jemadu.
Hal ini menunjukkan bahwa wellness tourism bukan sekadar tren, tapi peluang besar buat ekonomi lokal, pariwisata, dan dunia kreator Gen Z ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA