Jumat, 14 NOVEMBER 2025 • 18:40 WIB

McD Berubah Jadi Museum Mini, Yuk Ikutan Cara Seru Kenalkan Pahlawan ke Anak-anak!

Author

Antea Turk penyanyi lagu Irama Pahlawan Mcd. (Instagram)

INDOZONE.IDMcDonald’s selalu jadi tempat persinggahan yang menyenangkan buat anak-anak. Memperingati Hari Pahlawan 2025, McD mengajak anak-anak untuk mengenal dan mempelajari sejarah pahlawan Indonesia layaknya di museum.

Setelah empat tahun berturut-turut menelurkan kegiatan kreatif bertema pahlawan, tahun ini McD menciptakan lagu anak berjudul “Irama Pahlawan”, karya musik yang dibuat untuk memudahkan orang tua mengenalkan sosok pahlawan Indonesia melalui musik yang dekat dengan anak zaman sekarang

Di samping itu, anak-anak bisa bermian board game mengenal sosok pahlawan Indonesia dengan konsep belajar sambil bermain bersama keluarga. Lewat dua media ini, restoran cepat saji ternama di Indoensia ini ingin menumbuhkan rasa bangga sekaligus menghidupkan kembali kisah para pahlawan dalam keseharian keluarga Indonesia.

Baca juga: Viral Video Gerai McDonald's 'Disulap' Bernuansa Palestina, Pihak McD Sebut Itu Bukan di Indonesia

Kenapa Mengangkat Tema Pahlawan?

Memperingati Hari Pahlawan 2025, McD mengajak anak-anak untuk mengenal dan mempelajari sejarah pahlawan Indonesia layaknya di museum. (Indozone/Dewi)

Associate Director of Marketing ​McDonald’s Indonesia​ Caroline Kurniadjaja​ menjelaskan bahwa sejak 2021, selalu konsisten mengeksplorasi cara kreatif mengenalkan pahlawan Indonesia ke generasi muda.

“Waktu itu masih masa pandemi. Banyak film superhero asing masuk, dan kami lakukan eksperimen kecil tentang siapa pahlawan favorit anak-anak. Hasilnya mengejutkan: mereka lebih hafal tokoh fiktif daripada R.A. Kartini atau Jenderal Sudirman,” ujar Carol saat Press Conference di ANRI Jakarta Selatan.

Hal itu membuat Carol bertanya-tanya, bagaimana membuat anak dan orang tua lebih dekat dengan pahlawan bangsanya sendiri, dengan cara yang menyenangkan dan relevan?

Perjalanan panjang itu akhirnya membentuk rangkaian inisiatif tahunan dimulai dari 2021 yang merilis enam figur 3D pahlawan lengkap dengan fitur scan untuk mendengarkan kisah mereka. Lanjut di 2022, mengangkat deretan pahlawan perempuan dan menampilkan informasi pahlawan yang bisa dipindai lewat QR.

Lalu di 2023 membuat “Drive Thru of Heroes”, pengalaman berkendara menyenangkan sambil belajar sejarah. Tahun 2024 ada cosplay pahlawan dan pertunjukan langsung di area CFD, agar anak-anak bisa berfoto dan mengenal lebih dekat sosok tersebut.

Dan tahun ini 2025 lagu “Irama Pahlawan” menjadi medium pembelajaran baru untuk mengenal kisah dan sosok pahlawan, dan musik ini lekat dalam keseharian anak-anak maupun generasi muda.

“Anak sekarang ke mana-mana pakai earphone. Musik adalah media yang dekat, mudah diterima, dan diingat. Kami ingin ada lagu tentang pahlawan Indonesia yang bisa dinyanyikan anak-anak,” jelas Carol.

“Irama Pahlawan”: Lagu Anak yang Dekat, Modern, dan Penuh Nilai

Tahu enggak? Lagu ini dinyanyikan oleh Antea Turk, cicit komponis lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, W.R. Supratman, lho Menurut Carol, Antea langsung menunjukkan antusiasme begitu ditawari bergabung dalam proyek ini.

“Dia mengubah lirik, menyanyikan, sekaligus membintangi video klipnya. Kami merasa semangatnya sangat cocok untuk menyampaikan nilai perjuangan ke generasi muda,” ujar Carol.

Antea: Semangat Para Pahlawan Hidup Dalam Kita

Sebagai cicit W.R. Supratman, terlibat dalam proyek ini punya makna khusus bagi Antea Turk.

“Syutingnya hanya sehari, dari jam 6-11 malam, tapi rasanya seru banget karena aku ketemu banyak teman baru. Semangat para pahlawan ternyata sangat dekat dengan generasi muda,” ungkap Antea.

Ia bercerita bahwa salah satu baris lirik yang paling ia sukai adalah bagian yang berbunyi ‘Semangat mereka hidup dalam kita’, yang menurutnya mewakili pesan bahwa perjuangan para pahlawan tidak berhenti di masa lalu, tetapi tetap mengalir dalam diri anak-anak Indonesia hari ini.

Baca juga: Mau Santap Fast Food dengan Suasana Go Green? Coba Deh, ke Gerai McD di Kelapa Gading

Inisiatif yang Penting untuk Menjaga Api Sejarah

Asep Kambali, pendiri Komunitas Historia Indonesia, memberikan apresiasi besar atas inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi dengan McD yang sudah berlangsung tiga kali ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendekatkan sejarah dengan generasi muda.

“Sejarah harus diingat karena kisah pahlawan menyimpan semangat yang tak pernah padam. Mengajarkan sejarah kepada anak berarti mengajarkan cinta Tanah Air,” kata Asep.

Ia juga menyinggung kondisi memprihatinkan sejarah di Indonesia, dari museum yang sepi hingga makam pahlawan yang kurang mendapat perhatian.

“Kalau kita tidak merawat sejarah, masa depan juga akan rapuh. Indonesia itu seperti puzzle besar, kita harus merawat setiap bagiannya.”

Asep juga berharap upaya seperti yang dilakukan dapat menjadikan sejarah sebagai bagian gaya hidup, bukan sekadar pelajaran yang dilupakan setelah ujian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU