INDOZONE.ID - Penerbangan Super Air Jet Bali-Jakarta viral lantaran delay hingga 10 jam. Pesawat ini bahkan saat itu ditumpangi Ex Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan menuai protes.
Helmi Yahya yang melihat video viral ini langsung memberikan kritik pedas. Bahkan ia bercerita kalau mengalami hal yang sama di hari pesawat delay itu.
"Untung saya masih diberi kesabaran.Tapi saya paham kemarin kenapa kang RK gitu. Agak gimana gitu di daerah pasar karena pesawat delay ya,” kata Helmy Yahya di Instagramnya.
Singkat Kejadian
Pria yang sejak lama dikenal sebagai host ini menceritakan kejadian yang dialaminya menggunakan Pesawat Super Air Jet.
“Jadi saya juga mengalami hal yang sama. Saya dari Banyuwangi meresmikan Kana Factory, pabrik skincare dan beauty product, punya salah satu murid saya. Jadi di schedule tadi 10.55 (pesawat berangkat). Kemudian didelay jam 12. Didelay lagi jam 3 dan jam 3 pun katanya belum pasti,” ungkapnya.
Karena terburu-buru dengan jadwal pertemuannya di Jakarta, Helmy Yahya hampir menuju ke bandara di Surabaya. Tapi kemudian, ia mendapat kabar bahwa pesawatnya jam 15.00 jadi berangkat.
“Tadi udah sempat mau lari ke Surabaya. Tau-tau dikatakan yang jam 3-nya ada. Landing nih jam 3,” bebernya.
Baca juga: Kemenhub Inspeksi Pesawat Super Air Jet yang Alami AC Mati hingga Penumpang Kepanasan
Kritik Pedas Helmy Yahya
Ia melontarkan kritik pedasnya dalam video itu. Ia meminta ke pihak Super Air Jet serius dalam berbisnis dan jangan meremehkan soal jam penerbangan alias delay seenaknya.
"Saya cuma melihat ya bahwa teman-teman di Superjet ya. Serius lah kalau berbisnis. Jangan melihat dari sisi sendiri. Pikirkan lah kepentingan penumpang,” ungkapnya.
Kekecewaan Helmy Yahya
Karena jadi korban delay, pria kelahiran Palembang ini terpaksa harus membatalkan banyak pertemuannya dengan orang yang dianggapnya penting. Ia sangat kecewa atas hal ini.
“Saya harus cancel beberapa pertemuan yang penting banget. Ada orang yang keluar dari luar kota hanya ingin bertemu dengan saya makan siang tadi. Udah hilang.”
“Dan saya tadi hampir pucat juga. Nanti malam ada seorang sahabat saya menikahkan anaknya. Saya ada komit hadir. Dan tadi saya juga bingung. Karena dari Banyuwangi itu hanya ada satu flight sehari,” kata Helmy.
Bahkan Helmy akan datang ke DPR untuk ikut RDP (Rapat Dengar Pendapat) yang menurutnya sangat penting sekali. “Karena besok saya akan dipanggil di RDP ya. Untuk dimintain saran pendapat tentang undang-undang penyiaran. Hilang semua tuh,” ujarnya sambil menahan marah.
Helmy sangat kesal ke maskapai Lion Grup ini karena sering seenaknya delay. Dia juga minta pihak maskapai untuk membuka hati agar tak mengulangi kejadian ini, karena bikin penumpang rugi.
“Jadi pernah lah berpikir bahwa penumpang itu juga punya kepentingan-kepentingan. Yang sangat-sangat dirugikan ya. Hanya karena penundaan-penundaan dengan alasan apapun. Saya hanya berharap. Pikirkan lah kepentingan penumpang. Pikirkan lah kepentingan pelangganmu.”
“Jangan cuma saya nggak tahu alasannya apa. Kadang nggak terbuka juga. Kalau alasannya cuma kurang penumpang. Alasan mungkin kalau dilakukan jam sekian rugi. Come on. Nggak semuanya juga harus mikirkan untung rugi,” tambah dia.
Baca juga: Mulai 17 Juli 2025, Jatah Bagasi Gratis Lion Air dan Super Air Jet Cuma 10 Kg
Harapan Helmy Yahya
Di akhir video saudara kandung Tantowi Yahya ini berharap agar dunia penerbangan di Indonesia berbenah. Kemudian memikirkan kebutuhan penumpang daripada hanya bicara kerugian materi.
“Semoga kita makin membaik. Makin membaik dunia airline kita. Saya senang makin banyak brand-brand baru. Tapi sekali lagi apapun, siapapun, maskapai apapun. Tolonglah pikirkan bahwa semua orang punya kepentingan," ucapnya.
Helmy juga memberi saran agar sebuah bisnis tetap lancar, salah satunya yaitu membangun kepercayaan dengan pelanggan.
"Jadi perusahaan brand yang akan bertahan ke depan adalah brand yang sangat memikirkan kepentingan pelanggannya, customer-nya. Walaupun kadang-kadang untuk memenuhi itu mungkin nggak untung atau rugi,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram