INDOZONE.ID - Pernah bayangin serunya duduk di bawah ribuan bunga sakura yang bermekaran? Itulah yang akan kamu rasakan saat ikut merayakan Hanami di Jepang.
Hanami, atau Ohanami, adalah tradisi tahunan di Jepang untuk menikmati keindahan bunga, terutama sakura, yang punya makna khusus dan sudah jadi bagian dari budaya mereka sejak lama.
Mengutip Listiani, Wanda. (2022). Trajektori Hanami sebagai Diplomasi Budaya Jepang. Jurnal Panggung, tradisi Hanami sendiri sudah ada sejak abad ke-10.
Baca Juga: Wisata Jepang di Bandung, Spot Foto Ikonik dan Kuliner ala Negeri Sakura di Floating Market
Sakura bukan hanya indah dipandang, tapi juga punya nilai simbolis dan digunakan dalam berbagai makanan, seperti teh sakura atau kue sakura-mochi.
Mekarnya bunga ini biasanya terjadi di akhir Maret hingga awal April, meskipun di beberapa daerah seperti Okinawa dan Hokkaido bisa lebih awal atau lebih lambat.
Setiap tahun, mekarnya bunga sakura dipantau dengan cermat oleh lembaga cuaca setempat dan dikenal dengan istilah “sakurazensen” atau garis depan sakura.
Baca Juga: Akhir Era Pulau Kucing Aoshima di Jepang: Menurunnya Populasi Manusia dan Kucing
Pada zaman dahulu, perayaan Hanami menjadi ajang kumpul, makan, dan minum bersama di bawah pohon sakura. Ritual ini dilakukan untuk merayakan musim semi, dan seringkali dipenuhi dengan musik, tarian, serta perjalanan spiritual ke kuil.
Sakura juga kerap muncul dalam haiku, puisi pendek yang menggambarkan keindahan dan makna mendalam dari bunga ini.
Baca Juga: Onsen Tradisi Relaksasi Jepang yang Tarik Banyak Wisatawan
Selain sekadar cantik, sakura melambangkan banyak hal bagi masyarakat Jepang, yakni kehidupan, kematian, hingga kebangkitan kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal