Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 09 OKTOBER 2024 • 15:00 WIB

Menggali Makna Festival Bau Nyale: antara Legenda dan Kenyataan di Pulau Lombok Selatan

Menggali Makna Festival Bau Nyale: antara Legenda dan Kenyataan di Pulau Lombok SelatanMenggali Makna Festival Bau Nyale: Antara Legenda dan Kenyataan di Pulau Lombok Selatan.

INDOZONE.ID - Ada salah satu kegiatan menarik yang bisa dilakukan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu mengunjungi festival Bau Nyale yang hanya ada setahun sekali.

Festival Bau Nyale memberi pengalaman dan pesona tersendiri bagi wisatawan. Selain menyaksikan kegiatan yang dilakukan masyarakat lokal, wisatawan juga bisa turut berpartisipasi dalam perhelatan ini.

Lantas, apa itu perayaan Bau Nyale?

Bau Nyale berasal dari Suku Sasak di Lombok Selatan, sebuah perayaan yang berasal dari legenda Putri Mandalika.

"Bau" dalam bahasa setempat berarti menangkap, sementara "Nyale" adalah sejenis cacing laut berwarna-warni yang muncul setahun sekali di beberapa lokasi tertentu di pantai Lombok.

Masyarakat setempat mempercayai tradisi Nyale memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan keburukan bagi orang yang meremehkannya.

Upacara Bau Nyale dilakukan pada tanggal 20 bulan ke-10 dan awal tahun Sasak.

Waktu dari tahun Sasak itu ditandai dengan terbitnya bintang Rowot yang dikaitkan dengan pertanian.

Menurut perhitungan suku Sasak, pada bulan ke-1 dimulai pada tanggal 25 Mei dan setiap bulan dihitung 30 hari.

Di tengah perubahan zaman dan kemajuan teknologi di era digital serta pesatnya pembangunan di Lombok Tengah, animo warga atau generasi milenial untuk melestarikan budaya itu masih terlihat cukup banyak yang datang untuk melihat dan menangkap cacing laut.

Pemerintah menggelar berbagai hiburan di malam puncak, baik untuk mendatangkan artis nasional dan menggelar ritual, sebelum ribuan orang turun ke laut untuk menangkap cacing, sebelum matahari terbit.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa menarik masyarakat milenial yang merupakan generasi penerus bangsa untuk bisa melestarikan budaya Sasak.

Selain itu, diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga pemerintah melaksanakan berbagai ajang, sebelum puncak Bau Nyale.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sungkul menganggap tradisi Bau Nyale merupakan tradisi yang selalu ramai dihadiri masyarakat di Lombok, bahkan dari luar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menggali Makna Festival Bau Nyale: antara Legenda dan Kenyataan di Pulau Lombok Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!