Pasar Buku Velodrome di Malang sepi pengunjung.
INDOZONE.ID - Suasana di Pasar Buku Velodrome tampak lengang. Dari sekitar 50 kios yang ada, hanya beberapa yang buka. Beberapa pedagang duduk di depan kios mereka, menunggu pembeli yang datang.
Salah satu pedagang bernama Budiono, menyatakan bahwa setiap hari suasana di pasar ini selalu sepi pengunjung.
"Biasanya, ramai pembeli hanya saat akan masuk ajaran baru," ujarnya.
Para pedagang ini sebelumnya berjualan di Jalan Sriwijaya, depan Stasiun Malang. Namun, pada tahun 2008, mereka direlokasi ke area Velodrome, menempati kios-kios yang disediakan secara melingkar.
"Sejak saat itu, pembeli jadi jarang," tambahnya.
Menjelang tahun ajaran baru seperti saat ini, Budiono biasanya mendapatkan banyak pelanggan yang mencari buku pelajaran.
Namun, di hari-hari biasa, dia mengeluh karena sepi pembeli. Biasanya, pendapatannya datang dari pedagang Pasar Buku Wilis yang membeli barang dagangannya seminggu sekali.
"Sudah mencoba menjual secara online tapi masih belum berhasil," jelasnya.
Buku-buku yang dijual Budiono sebagian besar merupakan buku bekas, mulai dari buku pelajaran hingga novel.
Harga yang ditawarkan pun sangat murah, mulai dari Rp 10 ribu. Dia berharap pasar buku ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
"Seperti Pasar Wilis yang direnovasi, seharusnya Pasar Buku Velodrome juga direnovasi," harapnya.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.