Indahnya Lauterbrunnen, wisata cantik di Swiss (Z Creators/Arnie Simanjuntak)
Pemandangan alam nan asri dengan air terjun yang menjulang tinggi, menjadi salah satu daya pikat Lauterbrunnen, salah satu desa cantik di Swiss. Enggak cuma satu, desa tercantik di Eropa ini dikelilingi sama 72 air terjun lho!
Wajar saja kalau desa ini dinamakan Lauterbrunnen yang berarti ‘banyak mata air’. Nama ini diberikan karena banyaknya air terjun yang mengaliri lembah ini.
Berada di lembah pegunungan Alpen, Swiss, desa cantik Lauterbrunnen dikelilingi oleh 72 air terjun, salah satunya Air Terjun Staubbach. Staubbach memiliki ketinggian 300 meter dan menjadi salah satu air terjun tertinggi di Eropa.
Siapin stamina dan kakimu untuk mendaki, menaiki beberapa anak tangga, melewati lorong untuk akhirnya sampai ke puncak dan berdiri di balik aliran air terjun. Meski lelah namun semuanya terbayarkan dengan pemandangan yang menakjubkan dari ketinggian.
Buat kamu yang mengaku penggemar trilogi ‘The Lord of the Rings’ dan ‘The Hobbit’ karya J.R.R. Tolkien pasti sudah enggak asing lagi dengan Rivendell, daerah kekuasaan Elrond yang dihiasi puluhan air terjun. Ternyata tempat itu terinspirasi dari sebuah lembah menakjubkan yang terselip di pegunungan Swiss ini.
Lauterbrunnen dikelilingi tebing kapur yang menjadi bagian dari gunung Eiger, Monch, dan Jungfrau dan juga permukiman Wengen, Mürren, Gimmelwald, Stechelberg dan Isenfluh. Lauterbrunnen terkenal dengan rumah kayu tradisionalnya dan lokasinya yang spektakuler di lembah pegunungan Alpen, Swiss.
Lauterbrunnen berjarak sekitar 70 kilometer dari Bern, ibu kota Swiss. Untuk sampai ke tempat ini kamu bisa naik kereta, bus dan mobil pribadi.
Kalau kamu tiba dengan kereta dan membawa banyak barang, stasiun kereta di Lauterbrunnen menyediakan loker penitipan barang yang buka setiap hari mulai jam 07.00-18.00 waktu setempat.
Biaya sewa loker tergantung ukuran barang yang kamu titip. Ukuran S (lebar sekitar 35 cm, tinggi 45 cm dan kedalaman 55 cm) biayanya 5 CHF (sekitar Rp76 ribu) selama 6 jam pertama. Ukuran XXL (lebar sekitar 52 cm, tinggi 94 cm, dan kedalaman 85 cm) biayanya 12 CHF (sekitar Rp182 ribu) selama 6 jam pertama.
Pembayarannya bisa dilakukan dengan kartu kredit, aplikasi pembayaran seperti Apple Pay dan Samsung Pay, atau koin Swiss.
Dari stasiun ini biasanya para backpacker akan lanjut naik kereta ke desa wisata lain di atas Lauterbrunnen, yakni Wengen, Jungfraujoch dan Kleine Scheidegg dengan tarif yang berbeda-beda. Mulai dari 20-an CHF hingga 300 CHF per orang pulang-pergi (PP), atau sekitar Rp300 ribu – Rp4,5 juta-an.
Namun jalur menuju ke desa tersebut ditutup selama musim dingin karena licin dan berbahaya. Itu artinya, desa wisata lain di atas Lauterbrunnen hanya buka saat musim panas saja.
Artikel menarik lainnya:
FOTO: Detik-detik Pangeran Charles Tiba di Buckingham Palace Usai Ratu Elizabeth II Wafat
Siapapun Boleh Makan Gratis di Sini Tanpa Syarat, Menunya Selalu Berganti Setiap Hari
Cerita Fabiola, WNI yang Hamil dan Melahirkan di Belgia: Gila, Tunjangannya Banyak Banget!
Dapat BLT Rp500 Ribu, Kakek di Parepare Ini Sebut Tak Ada Pengaruhnya karena BBM Mahal
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: