Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 06 OKTOBER 2025 • 18:51 WIB

Seru! Masyarakat dan Pelaku Kuliner Sama-sama Belajar Bahasa Isyarat

Seru! Masyarakat dan Pelaku Kuliner Sama-sama Belajar Bahasa IsyaratKeseruan belajar bahasa isyarat. (Instagram)

INDOZONE.ID - Ruang untuk mendorong terciptanya budaya dan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas semakin terbuka lebar. Inisiatif ini bahkan sampai ada di lapangan pekerjaan.

Banyak teman tuli yang menjadi mitra ojol dan mereka sangat produktif. Pada 2024, tercatat sebanyak 135.000 Mitra Perempuan dan Mitra Penyandang Disabilitas telah memperoleh penghasilan cukup dalam satu tahun.

Namun terkadang ada kesulitan untuk menerjemahkan atau komunikasi dengan bahasa isyarat dengan penumpang atau merchant kuliner. Inisiatif “Teman Setara” pun digagas dalam rangka Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) yang diperingati pada 23 September. 

Baca juga: Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025, Solusi Tingkatkan Daya Saing UMKM Pariwisata Nasional

Daam kesempatan ini, masyarakat dan mitra merchant diajak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa isyarat untuk jembatan komunikasi yang setara, khususnya dengan penyandang disabilitas rungu. Inisiatif ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif seperti penyediaan informasi bahasa isyarat di setiap layanannya.

Director of Digital and Sustainability, Grab Indonesia Rivana Mezaya mengatakan, bahasa isyarat adalah bahasa kesetaraan. Melalui Teras Perwira yang telah menjadi agenda berkelanjutan sejak 2024, dan bertujuan untuk menghapus stigma terhadap disabilitas rungu.

“Kami berharap edukasi ini dapat menumbuhkan inklusivitas, agar semua orang dapat merasa diterima dan berkembang bersama,” ujar Rivana kepada wartawan. 

Baca juga: Wahyoo Kitchen Partners Hadir Berikan Penghasilan Tambahan untuk Para Pelaku UKM Kuliner

 

Serunya Belajar Bahasa Isyarat

Manfaat inisiatif ini juga dirasakan langsung oleh Mitra Merchant yang mengikuti lokakarya. Salah satunya Owner Kedai Gado Gado Seruni di Jakarta, Yani. 

“Mengikuti pelatihan ini membuat saya jauh lebih percaya diri saat berinteraksi dengan Mitra Pengemudi maupun pelanggan disabilitas rungu.”

“Melalui sesi role-playing, saya belajar kalau ternyata dengan bahasa isyarat, dampak komunikasinya sangat besar. Inisiatif ini benar-benar membantu usaha saya jadi lebih ramah untuk semua orang,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Seru! Masyarakat dan Pelaku Kuliner Sama-sama Belajar Bahasa Isyarat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!