Ilustrasi traveling (Pexels/Te lensFix)
INDOZONE.ID - Kementerian Pariwisata menyebut pariwisata petualangan atau adventure tourism menjadi tren yang digemari oleh wisatawan secara global. Apalagi di kalangan gen z yang selalu suka dan ingin tahu tempat-tempat baru.
“Adventure tourism kini menjadi tren global karena wisatawan tidak hanya mencari hiburan, tapi juga pengalaman yang menantang dan berkesan juga otentik, karena kaitannya juga dengan budaya," kata Asisten Deputi Manajemen Industri Kemenpar Budi Supriyanto, dilansir ANTARA.
Budi menyampaikan, Indonesia memiliki potensi yang amat besar sebagai destinasi terbaik pariwisata petualangan karena memiliki banyak lokasi berpetualang baik di gunung, laut, hutan maupun budaya yang dapat dikelola menjadi produk pariwisata berkelas dunia.
Ia menyebut posisi Indonesia dapat diperkuat dengan gelar Asia's Leading Adventure Tourism Destination yang berhasil didapat dalam ajang penghargaan World Travel Award 2024.
“Gelar ini mengukuhkan posisi kita sebagai destinasi utama bagi wisatawan petualangan kawasan Asia," ujar dia.
Potensi besar itu juga diyakini akan menggerakkan perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja. Ia juga menilai bahwa wisata petualangan memiliki peran strategis dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekosistem wisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Kementerian Pariwisata, kata dia, mendorong seluruh pelaku usaha untuk memiliki legalitas usaha serta mengerahkan standarisasi sertifikasi pariwisata untuk berguna memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul. Sebab, aktivitas wisata petualangan dalam industri akan mendorong praktik wisata berkelanjutan yang memperhatikan persetaraan lingkungan dan budaya lokal.
Baca juga: Mengenal Tren Wisata Digital Nomad
Namun, terdapat tantangan yang perlu dihadapi seperti memastikan keamanan, menjaga persetaraan alam, dan meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia.
“Oleh karena itu, kita perlu bekerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat agar petualangan berkembang secara lanjutan dan memberi manfaat luas," ucap Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA