INDOZONE.ID - Pencinta kuliner Jaksel harus bersedih hati, khususnya buat kamu pemburu makanan di kawasan Blok M. Per 1 September kemarin banyak kios makanan viral di Distrik Blok M mendadak angkat kaki.
Kamu pasti gak asing sama area Mall Blok M Plaza 2 yang dikenal juga dikenal sebagai akses ke Terminal Blok M ini. Sejak awal 2025, kawasan ini kembali ramai setelah mati suri dengan deretan kuliner viral yang diburu gen z.
Rupanya kabar buruk ini sudah meluas di media sosial, mulai dari Instagram, TikTok, hingga X. Banyak banget warganet bersedih sampai pemilik lapak pun buka suara mengungkap alasan tutupnya lapak.
Per 1 September kemarin banyak kios makanan viral di Distrik Blok M mendadak angkat kaki. (Instagram)
“Padahal belum ada 1 tahun Plaza 2 ini ramai dengan antrean hampir setiap hari. Padahal baru aja ikut senang, roda perekonomian di Blok M hidup lagi pascapandemi,” begitu isi caption dalam video yang diunggah pemilik Instagram trendyspotseeker, kemarin Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Viral Sederet Kios Makanan di Distrik Blok M Bubar Jalan, Biaya Sewa Naik hingga Rp15 Juta?
Per 1 September kemarin banyak kios makanan viral di Distrik Blok M mendadak angkat kaki. (Instagram)
Buat kamu yang sering berburu kuliner di kawasan ini harus berlapang dada, ya. Banyak lapak yang tutup seperti Bakmie Keriting Chilli Oil, Senandung Manis, Toko. NYEMPIL, Tahu Bakso Keju, Hupstroopwaffles, Secte Ayam Pop, Pao Tiam Blok M, Goorih, dan masih banyak tenant lain yang terpaksa tutup lapak.
Salah satu pemilik lapak di Blok M ini memperlihatkan sebuah video dengan latar kios yang mulai tutup satu-per satu dari Blok M dan berencana pindah lokasi dari situ.
"Toko-toko UMKM yang ada di Blok M sempat pindah ya? Benar banget, gua salah satu pelaku UMKM yang ada di sana. Malam itu pas banget demo lagi pecah-pecahnya, makanya banyak yang ngirain itu salah satu kenapa kita pada cabut dari sini. Tapi bukan itu alasannya. Jujur, yang bikin patah hati gua adalah, gua baru jualan di sini itu selama satu bulan," kata Andre dalam postingan Instagramnya, dikutip Indozone pada Rabu.
Ia mengaku baru saja berjualan di toko tersebut selama satu bulan dan telah menolak tawaran sebesar Rp20 juta untuk mengambil alih sewa toko. Andre membangun usahanya dari nol dengan modal yang ia kumpulkan sendiri melalui konten-konten yang ia buat.
"Usaha yang gua bangun pake tangan gua sendiri, pakai modal yang gua kumpul-kumpul dari hasil gua ngonten, ya udah kayak ngilang gitu aja. Gua jualannya nyantai kok. Menu-menu yang gua jual juga menu daerah gitu. Jadi perlu waktu banget memang, untuk orang-orang pada tahu," ujarnya.
Baca juga: Blok M Berubah Sunyi di Antara Gelombang Demo Ibu Kota, Intip Potretnya
Namun, sebelum usahanya berkembang, ia tiba-tiba menerima tagihan sewa yang meningkat menjadi Rp15 juta, yang membuatnya tidak bisa lagi meneruskan usahanya.
Padahal, ia berharap bahwa toko yang ia bangun dengan susah payah bisa bertahan lebih lama, tetapi biaya sewa yang tidak masuk akal memaksanya untuk meninggalkan toko tersebut.
Dengan kondisi ini, terpaksa Gen Z pun merasa kehilangan tempat nongkrong favoritnya. Di samping itu, semangat ya buat para pemilik lapak!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram