INDOZONE.ID - pertanyaan ini sering memicu perdebatan di dapur, telur sebaiknya masuk kulkas atau dibiarkan di suhu ruang?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana benar atau salah, karena bergantung pada satu lapisan yang ada pada cangkang telur.
Yuk, kita bahas tuntas.
Lapisan Kutikula, Rahasia di Balik Cangkang Telur
Saat ayam bertelur, permukaan cangkangnya sebenarnya dilapisi lapisan pelindung alami bernama kutikula. Lapisan tipis berbahan dasar glikoprotein ini berfungsi menutup pori-pori kecil pada cangkang, sehingga bakteri seperti Salmonella lebih sulit menembus masuk ke bagian dalam telur.
Selama kutikula ini masih utuh, telur sebenarnya bisa disimpan di suhu ruang selama beberapa minggu tanpa masalah berarti.
Baca juga: Kapan Telur Kadaluwarsa dan Tak Layak Makan? Berikut Cara Penyimpanan Telur yang Tepat
Inilah kenapa di berbagai negara Eropa, menyimpan telur di suhu ruang dianggap hal yang wajar dan aman-aman saja.
Berbeda dengan Eropa, di negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, telur yang dijual di pasaran umumnya sudah melalui proses pencucian dan sanitasi sebelum sampai ke tangan konsumen.
Proses cuci ini memang efektif menghilangkan kotoran, tapi sayangnya juga ikut menghilangkan lapisan kutikula pelindung tadi.
Begitu kutikula hilang, pori-pori cangkang jadi lebih terbuka dan rentan disusupi bakteri, sehingga telur wajib segera didinginkan di kulkas untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.
Bahkan meski kutikula masih ada, lapisan ini juga bisa rusak tanpa disadari akibat gesekan atau penanganan yang kasar selama proses distribusi, sehingga penyimpanan di kulkas tetap jadi pilihan paling aman di negara-negara tersebut.
Di Indonesia, telur ayam yang dijual di pasar tradisional maupun sebagian besar supermarket umumnya belum dicuci layaknya standar Amerika Serikat, sehingga lapisan kutikulanya masih relatif utuh. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Masa simpan telur di suhu ruang dengan kelembapan 80-90 persen bisa mencapai 14 hari setelah produksi. Meski begitu, kualitas telur biasanya mulai menurun setelah 5 hari disimpan di suhu ruang, meski belum tentu sampai membahayakan kesehatan.
Sebaliknya, telur yang sudah melalui proses pencucian dan sanitasi sebelum dijual, seperti yang umum diterapkan di beberapa negara maju, sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari 2 jam.
Tips Menyimpan Telur Agar Aman dan Awet
Supaya lebih jelas, berikut perbandingan masa simpan telur berdasarkan metode penyimpanannya:
- Telur mentah di kulkas (suhu sekitar 4 derajat Celsius): bisa bertahan sekitar 3-5 minggu.
- Telur mentah di suhu ruang: menurut SNI bisa bertahan hingga 14 hari, namun kualitasnya mulai menurun setelah 5 hari, dan sebaiknya tidak lebih dari 2 jam jika telur sudah dicuci/disanitasi sebelum dijual.
- Telur rebus di kulkas: aman dikonsumsi hingga sekitar 1 minggu.
- Telur rebus di suhu ruang: hanya aman maksimal 2 jam pada suhu normal, bahkan menyusut jadi 1 jam saja jika suhu ruangan di atas 32 derajat Celsius.
- Kuning atau putih telur mentah yang sudah dikeluarkan dari cangkang: sebaiknya segera disimpan di kulkas dan dikonsumsi dalam 2-4 hari.
Agar kualitas telur tetap terjaga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Simpan telur dalam kartonnya di bagian dalam kulkas, bukan di rak pintu, karena suhu di area pintu cenderung lebih fluktuatif akibat sering dibuka-tutup.
Hindari mencuci telur sebelum disimpan kalau memang belum terlalu kotor, karena mencuci berpotensi merusak lapisan kutikula pelindung alaminya.
Baca juga: Stop Masukin Semua Sayuran ke Kulkas! Ini Alasan Kenapa Tidak Semua Sayuran Cocok Masuk Kulkas
Terakhir, pastikan cangkang telur tidak retak atau pecah sebelum disimpan, karena celah pada cangkang jadi jalan masuk paling mudah bagi bakteri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Halodoc, Cookpad