Rabu, 01 APRIL 2026 • 10:35 WIB

Bukan Sekedar Bubur Biasa, Bubbor Paddas dari Sambas Ini Kaya Rasa dan Cerita!

Author

Ilustrasi Bubbor Paddas dari Sambas yang kaya rasa (indonesiakaya.com).

INDOZONE.ID - Kalau dengar kata “bubur pedas”, kebanyakan orang langsung membayangkan rasa yang bikin lidah terbakar. 

Tapi jangan salah — Bubbor Paddas, kuliner khas Melayu dari Sambas, Kalimantan Barat, justru menawarkan pengalaman rasa yang jauh lebih kompleks dari sekadar pedas.

Istilah “paddas” di sini bukan cuma soal rasa pedas, tapi lebih ke makna “penuh isi”. 

Dalam satu mangkuk bubur ini, kamu bakal menemukan perpaduan beragam sayur, rempah, dan bahan lokal yang bikin rasanya kaya banget.

Baca juga: Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Bakpao dan Mantau

Dari Hidangan Bangsawan Jadi Makanan Favorit Warga

Dulu, Bubbor Paddas bukan makanan yang bisa dinikmati setiap hari. Hidangan ini biasanya hanya muncul di acara penting, seperti ritual adat atau kegiatan kerajaan.

Namun, kondisi berubah saat masa sulit datang dan bahan makanan mulai terbatas. Masyarakat kemudian memutar otak dan menjadikan bubur ini sebagai solusi praktis: bahan sederhana, tapi bisa dimasak dalam jumlah besar dan dinikmati bersama.

Sejak saat itu, Bubbor Paddas bertransformasi jadi makanan rakyat yang erat dengan nilai kebersamaan. Sekarang, kamu bisa dengan mudah menemukannya di berbagai sudut Sambas — mulai dari pasar tradisional hingga tempat makan kekinian.

Baca juga: Resep Ayam Kecap Lada Hitam yang Pedas dan Gurih, Dijamin Lezat

Lebih dari Makanan, Ini Simbol Kebersamaan

Bubbor Paddas bukan cuma soal rasa, tapi juga sarat makna. Proses memasaknya saja sudah mencerminkan budaya gotong royong masyarakat setempat.

Ada tradisi yang disebut simbirapian, yaitu kegiatan memasak bersama-sama. Mulai dari menyiapkan bahan, memasak, sampai menyajikan, semuanya dilakukan secara kolektif. 

Bahkan saat menyantapnya pun, bubur ini sering dinikmati bareng keluarga atau kerabat.

Menariknya lagi, Bubbor Paddas sangat fleksibel soal bahan. Sayur atau lauk bisa disesuaikan dengan apa yang tersedia. Misalnya, pakis bisa diganti kangkung, atau udang diganti daging. 

Baca juga: Resep Ayam Goreng Hong Kong Lezat dan Crispy, Bikin Nagih

Hal ini mencerminkan sifat masyarakat Sambas yang adaptif dalam berbagai kondisi.

Tekstur dan Rasa yang Beda dari Bubur Biasa

Kalau kamu membayangkan bubur yang halus dan lembut, Bubbor Paddas justru kebalikannya. Beras yang digunakan ditumbuk terlebih dulu, lalu disangrai sebelum dimasak bersama bahan lainnya. 

Hasilnya? Tekstur yang lebih kasar dengan cita rasa gurih yang khas.

Salah satu kunci kelezatannya ada pada daun kesum. Daun ini punya aroma kuat dan rasa sedikit asam yang bikin bubur ini makin unik. 

Selain itu, daun kesum juga dikenal punya manfaat untuk membantu pencernaan.

Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan ikan teri goreng dan kacang tanah yang memberikan sensasi renyah di setiap suapan. 

Baca juga: Ayam Taliwang: Hidangan Pedas yang Pernah Jadi Jembatan Perdamaian Lombok-Bali

Kombinasi ini bikin Bubbor Paddas terasa makin lengkap dan memuaskan.

Kuliner Tradisional dengan Cerita Panjang

Bubbor Paddas bukan sekadar makanan khas daerah. Di balik rasanya yang khas, ada cerita tentang kebersamaan, ketahanan hidup, dan kearifan lokal yang terus diwariskan.

Buat kamu yang belum sempat ke Sambas, nggak perlu khawatir. Bubur ini juga bisa dicoba dibuat sendiri di rumah. 

Siapa tahu, dari dapur sederhana, kamu bisa ikut merasakan hangatnya tradisi yang sudah dijaga turun-temurun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Indonesiakaya.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU