Cafe Aroma Batavia Pedan, Klaten. ( Edelweis Ratu Shimaa/Z Creators)
INDOZONE.ID - Jika ingin menikmati momen berbuka puasa dengan suasana yang sedikit berbeda, tidak ada salahnya mencoba mampir ke Kafe Aroma Batavia di Pedan, Klaten.
Kafe yang dikelola oleh keluarga Amad Djuwayri bersama anaknya, Ghiffary, ini berada di tengah kampung, tepatnya di Dukuh Poloharjo, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya cukup mudah ditemukan, yaitu di belakang SMKN 1 Pedan.
Ghiffary menjelaskan bahwa konsep Aroma Batavia menghadirkan nuansa ala Turki, terutama pada cara penyajian kopinya. Kopi diracik menggunakan teko gerabah dari tanah liat yang dipanaskan dengan pasir sebagai alasnya. Cara ini membuat kopi tetap hangat lebih lama sekaligus menghadirkan aroma yang khas.
"Kalau teko biasanya untuk teh, di sini kami gunakan untuk meracik kopi ala-ala Turki," jelas Ghiffary.
Untuk menu makanan, pengunjung bisa mencoba nasi kebuli dengan pilihan topping ayam atau kambing. Satu porsinya dilengkapi telur, sambal ati kambing, irisan bawang bombay, taburan cengkeh, serta acar mentimun yang menambah cita rasa.
Baca juga: 5 Rekomendasi Cafe di Cipete Jaksel yang Pencinta Kopi Wajib Kunjungi
Tempatnya juga cukup luas sehingga cocok untuk berbuka bersama keluarga. Bagi yang ingin bersantai berdua atau bersama teman, tersedia pula area duduk minimalis yang nyaman.
Daya tarik lain dari kafe ini adalah bangunannya yang memanfaatkan rumah tua dengan arsitektur klasik. Nuansa kuno yang terasa berpadu dengan nilai seni yang kuat, terlebih saat sore hingga malam hari ketika suasananya menjadi lebih syahdu.
Untuk harga, nasi kebuli dibanderol sekitar Rp35.000 hingga Rp48.000 per porsi. Sementara kopi Turki yang menjadi andalan bisa dinikmati dengan harga sekitar Rp20.000.
"Saat Ramadhan, kafe ini buka pukul 16.00 sampai malam. Hari biasa mulai pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam," ujar Ghiffary.
Cafe ala turki di Klaten. ( Edelweis Ratu Shimaa/Z Creators)
Antusiasme pengunjung juga cukup tinggi. Bahkan sebelum resmi dibuka pada Jumat (6/3/2026), kafe ini sudah banyak didatangi pengunjung.
"Alhamdulillah, antusias pembeli luar biasa," tambahnya.
Dalam sehari, permintaan nasi kebuli bisa mencapai sekitar 100 porsi, belum termasuk menu lainnya. Selain nasi kebuli, tersedia pula berbagai pilihan menu seperti nasi pecak nila, nila goreng, ayam bakar, chicken steak, hingga aneka camilan.
Salah satu pengunjung, Kinanti Ayu, mengaku tertarik datang bersama teman dan anak-anaknya. Mereka datang berdelapan dan memilih berbagai menu karena tidak semua anak menyukai nasi kebuli.
"Di wilayah Klaten, terutama Cawas-Pedan, belum ada rumah makan nasi kebuli. Mungkin ada, hanya saya yang belum tahu lokasinya. Makanya saya tertarik ke sini. Setelah mencicipi, ternyata rasanya enak, dagingnya empuk moprol," ujar Kinanti yang berasal dari Cawas, Klaten.
Baca juga: Pecinta Kopi Wajib Coba! Resep Coffee Cookies yang harum dan Seenak di Cafe
Menurut Kinanti dan teman-temannya, bumbu nasi kebuli di tempat ini terasa pas dan cukup cocok dengan lidah orang Jawa.
Mereka juga menilai tempatnya nyaman untuk bersantai lebih lama.
"Makan sambil ngobrol dengan teman-teman terasa nyaman karena tempatnya luas, jadi tidak buru-buru meninggalkan lokasi," ucapnya.
Sebagai informasi, pemilik Aroma Batavia juga merupakan owner Warung Tengkleng Ndas Sor Duren Pedan yang sudah cukup dikenal.
Bagi pecinta kuliner yang ingin mencoba suasana baru saat berbuka atau sekadar menikmati kopi dengan cara penyajian yang unik, Aroma Batavia bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan