INDOZONE.ID - Setiap daerah di Indonesia punya cerita kuliner yang khas, dan Bangka Belitung salah satunya.
Dari dapur-dapur sederhana masyarakat pesisir, lahirlah lempah kuning, hidangan berkuah asam segar dengan warna kuning cerah yang langsung menggugah selera.
Tapi, lebih dari sekadar makanan, lempah kuning menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan kebersamaan yang menjadikannya simbol budaya yang hidup sampai sekarang.
Baca juga: Cobain Resep Matcha Brookies: Paduan Brownies dan Cookies yang Manis, Lembut, dan Unik
1. Warisan Rasa dari Laut Bangka Belitung
Lempah kuning adalah salah satu kuliner khas Bangka Belitung yang lekat dengan identitas masyarakat pesisir.
Hidangan berkuah kuning ini terkenal dengan cita rasa asam segar yang berpadu dengan gurihnya ikan laut.
Di balik rasanya yang sederhana, tersimpan nilai sejarah dan filosofi tentang kehidupan masyarakat yang erat dengan laut dan tradisi.
2. Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu
Sejarah lempah kuning bermula dari kebiasaan para nelayan yang mengolah hasil tangkapan laut mereka.
Baca juga: Resep Ketan Srikaya Gula Merah, Camilan Tradisional yang Lezat
Kuah asam yang digunakan bukan hanya untuk menambah cita rasa, tapi juga berfungsi menjaga kesegaran ikan sebelum adanya pengawet modern.
Dari masa ke masa, resep ini diwariskan secara turun-temurun hingga menjadi simbol kebersamaan dalam setiap perayaan dan acara adat masyarakat Bangka Belitung.
3. Warna Kuning yang Sarat Makna
Warna kuning cerah pada kuahnya berasal dari kunyit, dan ternyata memiliki filosofi tersendiri.
Warna ini dipercaya melambangkan kemakmuran, keceriaan, dan harapan baik.
Baca juga: Pecinta Keju Wajib Coba! Resep Korean Cheese Ball Homemade yang Super Creamy
Karena itu, lempah kuning bukan sekadar sajian lezat, tetapi juga bentuk doa dan semangat positif yang dihidangkan di meja makan.
4. Bumbu Sederhana, Rasa Luar Biasa
Lempah kuning dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan.
Ikan laut segar seperti tenggiri atau kakap dipadukan dengan bumbu kunyit, bawang, cabai, lengkuas, dan serai.
Tambahan belimbing wuluh atau nanas memberi cita rasa asam yang segar, menjadikannya hidangan yang seimbang antara gurih, pedas, dan segar.
Baca juga: Resep Bistik Daging Sapi Khas Banjar, Gurih dan Empuk
Tak hanya nikmat, lempah kuning juga menyehatkan karena kaya akan protein, omega-3, serta antioksidan alami.
5. Dari Dapur Tradisional ke Meja Wisatawan
Kini, lempah kuning tak hanya dikenal di Bangka Belitung.
Banyak restoran di berbagai kota Indonesia menghadirkan menu ini sebagai daya tarik kuliner khas Nusantara.
Namun, mencicipinya langsung di daerah asalnya memberikan sensasi berbeda.
Karena di setiap suapannya, tersimpan kisah panjang tentang laut, budaya, dan semangat hidup masyarakat pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wonderfulindonesia.co.id