INDOZONE.ID - Kalau bicara soal kuliner, perpaduan budaya seringkali melahirkan cita rasa baru yang unik dan nggak terduga.
Salah satu contohnya adalah gaya masak Indo-Belanda — sebuah warisan kuliner hasil pertemuan budaya Barat dan Timur yang sudah ada sejak era Hindia Belanda (sekarang Indonesia).
Gaya memasak ini berkembang dari interaksi panjang antara masyarakat lokal Indonesia dengan orang Belanda yang tinggal di Nusantara.
Hasilnya? Sebuah “fusion cuisine” yang kaya rasa, berani bereksperimen, dan penuh karakter.
Baca juga: Lupakan Boba Sejenak! Ini 5 Ramuan Asli Indonesia yang Bikin Tubuh Fit dan Hati Senang
Masakan Indo-Belanda lahir dari dapur rumah tangga keluarga Indo — keturunan campuran Eropa dan Indonesia — yang hidup di masa kolonial. Mereka menggabungkan teknik memasak Eropa dengan bumbu dan rempah khas Indonesia.
Setelah Perang Dunia II, banyak komunitas Indo-Belanda bermigrasi ke negara lain seperti Belanda dan Amerika Serikat. Mereka membawa serta resep-resep keluarga yang akhirnya memperkenalkan cita rasa Indo ke dunia internasional.
Yang menarik, “masakan ala nenek Indo” bukan cuma soal hidangan tradisional Indonesia.
Banyak juga menu khas Eropa yang diadaptasi dengan sentuhan lokal, seperti tambahan rempah-rempah atau teknik memasak yang berbeda.
Baca juga: Auto Ngiler! Bubur Madura Ini Ternyata Punya 4 Rasa Sekaligus dalam Satu Mangkuk
Salah satu hal yang membuat masakan Indo-Belanda begitu menarik adalah sifatnya yang fleksibel dan kreatif. Prinsip “bermain dengan bahan” dan “mencoba hal baru” menjadi kunci utama.
Dari semangat eksplorasi inilah muncul ide untuk menggabungkan masakan Italia dengan sentuhan Indo-Belanda. Salah satunya adalah risotto — hidangan nasi khas Italia yang terkenal creamy dan rich.
Biasanya, risotto dimasak dengan kaldu, keju, dan bahan seperti jamur atau seafood.
Baca juga: Hidden Gem Kuliner Madura: Tajin Sobih, Bubur Manis Gurih yang Punya Rahasia Rasa Unik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keasberry.com