INDOZONE.ID - Masak dimsum sendiri di rumah itu gampang-gampang susah. Sering kali, rasa isiannya sudah "juara", tapi pas matang teksturnya malah hancur, keras, atau nempel di kukusan.
Masalahnya cuma satu: Salah pilih kulit! Jangan sampai tertukar, karena beda jenis kulit, beda juga cara masaknya.
Biar sesi belanja kamu di pasar atau supermarket nggak zonk, yuk simak panduan membedah karakteristik kulit dimsum berikut ini:
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Dimsum Bihun Sayur yang Unik, Kekinian, dan Bikin Orang Penasaran
Ilustrasi Ide Nama Usaha Dimsum Keju. (Foto: Freepik @topntp26)
Kalau target kamu adalah dimsum goreng yang teksturnya crunchy dan ringan, kulit pangsit adalah kuncinya. Teksturnya paling tipis dan biasanya berbentuk kotak, dan kandungan tepung terigunya lebih dominan sehingga sangat cepat matang.
Jenis kulit ini sangat cocok untuk dipakai membuat pangsit goreng, wonton soup, atau kerupuk pangsit. Jangan pakai kulit ini untuk dimsum yang dikukus terlalu lama seperti siomay, karena kulitnya bakal lembek banget dan gampang robek terkena uap air.
Ilustrasi siomay tanpa ikan ala abang abang (Instagram/@pawon_karima)
Ini adalah "kertas" paling aman buat kamu yang baru belajar bikin siomay atau dimsum kukus ala resto. Tekstur kulitnya didesain agar tidak mudah hancur, meski terpapar uap panas dalam waktu lama.
Kulit jenis ini sangat cocok untuk dipakai siomay ayam/udang, steamed dumpling, dan Hakau meskipun Hakau biasanya punya tepung khusus/tranparan, kulit dumpling bulat adalah alternatif termudah.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Dimsum Udang yang Bikin Lidah dan Hati Terkesan
Ilustrasi Kuotie atau Gyoza (freepik.com)
Pernah makan Gyoza yang pas digigit keluar air kaldu gurihnya? Itu berkat karakteristik kulitnya yang spesial. Tekstur ini penting untuk menahan tekanan uap kaldu daging di dalam saat dimasak.
Kulit Kuotie sangat cocok untuk dipakai teknik Pan-Fry (dipanggang sebentar di teflon lalu diberi sedikit air dan ditutup). Kulit ini kuat menahan panas api langsung di bagian bawah atau biar dapet efek crispy cokelat, tapi tetap lembut di bagian atas karena proses penguapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan