INDOZONE.ID - Hidangan asal Korea, akhir-akhir ini telah banyak dan umum ditemui di Indonesia.
Beberapa di antaranya seperti seperti bibimbap, ramyeon, dan kimbab, hingga makanan penutup seperti Patbingsu.
Namun siapa sangka, patbingsu ternyata telah ada sejak zaman Dinasti Joseon, yakni tahun 1392 hingga 1910.
Secara tampilan, Patbingsu adalah semangkuk potongan buah yang diberi serutan es batu di atasnya dan diberi taburan biji-bijian panggang, jeli, sereal, pasta kacang merah (pat), serta krim kocok.
Umumnya, patbingsu dapat dimakan lebih dari satu orang karena porsinya yang besar.
Baca juga: 5 Cara Mengolah Pistachio yang Mudah dan Nikmat di Rumah
Dilansir dari korean-culture.org, jika ditelusuri ke masa lalu patbingsu awalnya terbuat dari kotak es yang disebut seobingo atau bingo.
Es tersebut diserut menjadi serpihan dan dicampur dengan potongan buah. Pada saat itu, hidangan ini menyerupai hwachae (punch buah).
Pada zaman dahulu, kotak es tergolong langka sehingga seobingo hanya dapat dinikmati oleh kalangan elit Korea hingga sekitar tahun 1913.
Pada tahun 1920-an, pedagang bingsu mulai bermunculan setelah seorang produsen es memproduksi kotak es secara massal. Bingsu pun menjadi camilan rakyat.
Seiring berjalannya waktu, isi bingsu pun mulai bervariasi. Banyak bahan tradisional yang mulai ditambahkan, seperti misutgaru (bubuk biji-bijian panggang), topping kue beras seperti injeolmi atau chapssal tteok, dan pat (pasta kacang merah).
Baca juga: Tofu, Makanan Tradisi Kuliner dari Dinasti Han yang Masih Ada di Indonesia Hingga Kini
Pat atau pasta kacang merah terdiri dari kacang yang dihaluskan dan pasta kacang merah.
Pat mulai ditambahkan pada bingsu pertama kali ketika Korea berada di bawah kekuasaan Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Korean-culture.org