Ilustrasi dirty latte. (freepik)
INDOZONE.ID - Ngopi kini bukan cuma sekadar rutinitas, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Dari berbagai jenis kopi yang muncul, kopi susu kekinian masih jadi primadona karena rasanya yang creamy, manis, dan mudah diterima oleh siapa pun.
Namun, beberapa tahun terakhir muncul satu minuman baru yang mencuri perhatian, yaitu dirty latte. Banyak yang mengira keduanya sama, padahal perbedaan dirty latte dan kopi susu cukup mencolok mulai dari bahan, cara penyajian, hingga karakter rasanya. Berikut perbedaannya.
Ilustrasi Kopi Susu. (Foto: Freepik @atlascompany)
Kalau ditelusuri, asal-usul dirty latte berasal dari Jepang. Minuman ini muncul di kafe-kafe modern yang senang bereksperimen dengan teknik penyajian dan rasa. Nama “dirty” sendiri muncul karena tampilan susu dingin yang terlihat “kotor” ketika disiram espresso panas.
Baca juga: 15 Fakta Menarik Kopi yang Jarang Diketahui, Pertama Kali Ditemukan Penggembala Kambing
Kalau kamu penasaran apa itu dirty latte, minuman ini terbuat dari dua bahan utama: susu dingin tanpa gula dan espresso panas. Perpaduan suhu yang kontras ini menciptakan rasa yang kuat di bagian atas dan lembut di bagian bawah. Sensasi inilah yang membuat dirty latte terasa istimewa.
Berbeda dengan itu, kopi susu punya racikan yang lebih fleksibel. Ada yang memakai susu segar, susu kental manis, atau bahkan campuran susu UHT dengan sirup.
Karena itu, rasa kopi susu lebih manis, creamy, dan cenderung stabil dari awal sampai akhir. Dirty latte lebih menonjolkan rasa asli kopi, sementara kopi susu lebih ramah bagi pecinta rasa lembut.
Baca juga: 7 Negara Paling Doyan Kopi di Dunia, Per Orangnya Bisa Minum 4 Cangkir Sehari
Keunikan dirty latte juga bisa dilihat dari cara penyajiannya. Espresso panas dituangkan langsung ke atas susu dingin tanpa diaduk.
Hasilnya, muncul gradasi warna yang cantik antara hitam kopi dan putih susu. Setiap tegukan punya rasa berbeda mulai dari pahit, creamy, hingga sedikit manis alami dari susu.
Sedangkan kopi susu disajikan setelah diaduk rata agar rasanya merata. Karena itu, kopi susu lebih praktis diminum, sementara dirty latte memberi pengalaman rasa yang berubah-ubah di setiap lapisan.
Dari segi rasa, dirty latte memberi pengalaman yang dinamis. Lapisan atas terasa pahit dan kuat dari espresso, sedangkan lapisan bawah lembut dari susu dingin. Ketika diminum perlahan, dua rasa ini mulai menyatu secara alami.
Sementara itu, kopi susu menawarkan rasa yang konsisten, yakni manis dan creamy dari awal hingga akhir. Inilah definisi kopi susu kekinian yang disukai banyak orang karena simpel, manis, dan menenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com