Ilustrasi nasi goreng roa. (Instagram/tunahousegroup)
INDOZONE.ID - Nasi goreng sudah menjadi menu favorit banyak orang Indonesia. Dari sarapan hingga makan malam, hidangan ini praktis, lezat, dan bisa dimasak dengan bahan seadanya.
Tapi, pernahkah kamu merasa sangat mengantuk setelah makan nasi goreng? Ternyata, itu bukan hanya perasaan, ada penjelasan ilmiahnya.
Seporsi nasi goreng mengandung sekitar 267 kalori, sebagian besar berasal dari karbohidrat. Menurut ahli gizi Pooja Makhija, karbohidrat dalam nasi akan diubah menjadi glukosa, lalu tubuh memproduksi insulin untuk mengolahnya. Proses ini dapat membuat kadar gula darah naik-turun dengan cepat, yang pada akhirnya memicu rasa kantuk.
Baca juga: Ketahui 5 Menu Sarapan yang Bikin Ngantuk
Saat makanan masuk, lambung dan usus bekerja keras mencerna. Proses ini memicu pelepasan hormon serotonin dan melatonin, dua hormon yang membuat tubuh rileks dan mengantuk. Itulah sebabnya setelah makan nasi goreng, rasanya ingin rebahan.
Ketika makan, aliran darah lebih banyak dialirkan ke saluran pencernaan untuk menyerap nutrisi. Akibatnya, pasokan oksigen ke otak sedikit berkurang, sehingga kamu jadi mudah menguap dan merasa lemas.
Jika tubuh sudah kurang tidur, efek kantuk setelah makan akan semakin terasa. Ditambah lagi, kurang olahraga membuat tubuh cepat lelah dan semakin mudah diserang rasa kantuk.
Kontrol porsi dengan komposisi:
Jangan langsung tidur setelah makan. Cobalah berjalan santai atau melakukan aktivitas ringan agar tubuh tidak langsung masuk mode istirahat.
Baca juga: Bongkar Mitos Konsumsi Kangkung Bikin Ngantuk: Tak Ada Bukti Ilmiah yang Mendukung
Tidur yang cukup dan rutin berolahraga juga membantu mengurangi efek kantuk setelah makan.
Nasi goreng memang lezat, tapi efek kantuknya nyata. Kuncinya sederhana, porsi seimbang, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Saveur.com