Instagram/saterembigaibusinnaseh
INDOZONE.ID - Kalau kamu pecinta kuliner pedas dan belum pernah coba Sate Rembiga, fix kamu belum sah disebut penjelajah rasa sejati! Di balik deretan pantai eksotis Lombok, ada satu kuliner lokal yang siap menggoyang lidah dan bikin ketagihan: Sate Rembiga.
Sesuai namanya, sate khas ini berasal dari kawasan Rembiga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sekilas memang mirip sate daging sapi biasa. Tapi sekali digigit! Kombinasi pedas dan manisnya langsung meledak di mulut. Bumbunya meresap sampai ke serat daging, bikin susah berhenti makan. Ini bukan sekadar sate biasa, ini sensasi!
Beda dari sate Madura yang gurih manis atau sate Padang yang berkuah kental, Sate Rembiga tampil dengan cita rasa pedas menyengat khas sambal lombok, jadi pembeda utama yang bikin nagih. Tapi tenang, pedasnya bukan asal pedas, melainkan hasil racikan bumbu warisan turun-temurun.
Daging sapi dipotong kecil-kecil, lalu direndam dalam campuran bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, asam, gula merah, dan terasi, bumbunya otentik Lombok banget! Setelah direndam selama beberapa jam, daging dibakar di atas bara arang hingga kecokelatan, mengilap, dan menguar aroma sedap yang bikin perut langsung protes minta diisi.
Buat yang tahan pedas, ini surga. Buat yang nggak kuat, siap-siap gelagapan tapi bahagia!
Baca juga: Tertarik Membuat Sate Rembiga Ayam? Begini Resep Mudah Membuatnya
Sate Rembiga nggak cuma soal rasa, tapi juga bagian dari identitas Lombok. Kuliner ini sudah jadi ikon lokal yang diburu wisatawan dari berbagai penjuru. Kamu bisa nemuin Sate Rembiga di banyak tempat, tapi yang paling otentik tentu di kawasan Rembiga, di warung-warung sederhana yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu.
Salah satu yang paling legendaris adalah Warung Sate Rembiga Ibu Sinnaseh. Berdiri sejak 1988, warung ini jadi langganan para pejabat, artis, sampai food vlogger. Antrean panjang? Sudah biasa. Tapi semua rela nunggu demi seporsi sate pedas yang katanya paling endul di Lombok.
Berkat kepopulerannya, Sate Rembiga kini makin dikenal secara internasional. Media luar seperti Singapore Times bahkan menyebutnya sebagai “tasty super spicy satay” yang punya potensi besar menembus pasar kuliner Asia.
Bayangin, dari warung kecil di pinggir jalan Rembiga, sekarang satenya punya penggemar dari Singapura, Malaysia, bahkan Jepang. Bukan nggak mungkin suatu hari nanti kamu bisa nemu franchise Sate Rembiga di luar negeri, kayak ayam geprek atau martabak manis.
Soal harga? Tenang aja. Seporsi isi 10 tusuk Sate Rembiga biasanya cuma Rp20.000–Rp30.000. Disajikan dengan lontong atau nasi putih hangat, ditambah es jeruk segar atau teh manis hangat, dijamin mantap!
Rasanya? Perpaduan pedas, manis, gurih, dan aroma asap yang sulit dijelaskan. Pokoknya harus kamu rasakan sendiri. Tiap tusuknya punya karakter kuat yang bikin nagih.
Baca juga: Lezatnya Sate Rembiga Makanan Khas Mandalika, Tempat Penyelenggara MotoGP 2022
Kalau kamu ada rencana liburan ke Lombok, jangan cuma ke Gili atau Mandalika. Sisihkan waktu buat mampir ke Rembiga dan rasakan langsung cita rasa legendaris ini dari tempat asalnya. Ini bukan sekadar makan, tapi pengalaman kuliner yang nggak bakal kamu lupain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Singapore Times