Sop Saudara khas Makassar. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Kota Makassar memiliki warisan kuliner yang tak hanya menggoda selera, tetapi juga merefleksikan kekayaan budaya dan sejarahnya.
Dari makanan berkuah kental hingga jajanan pasar, setiap sajian mencerminkan cita rasa khas masyarakat Sulawesi Selatan.
Tak heran jika makanan khas Makassar kerap menjadi daya tarik utama bagi para pelancong maupun pecinta kuliner dari luar daerah.
Baca juga: Kacang Kribo, Camilan Renyah Khas Makassar yang Menggoda Selera
Menikmati kelezatan Coto Makassar. (Z Creator/ Muhammad Dzulkifli Idham)
Coto Makassar bukan sekadar soto biasa. Makanan ini sudah menjadi simbol kuliner Makassar dengan ciri khas kuahnya yang kental, keruh, dan penuh rempah.
Daging dan jeroan sapi direbus hingga empuk, lalu dimasukkan ke dalam kuah kacang yang diracik dengan bumbu seperti lengkuas, ketumbar, bawang putih, dan jintan.
Kuahnya memberikan sensasi gurih dan sedikit manis yang menyelimuti setiap potongan daging.
Baca juga: 5 Kuliner Legendaris Makassar yang Wajib Dicoba!
Hidangan ini biasanya dinikmati bersama ketupat atau burasa, sejenis lontong khas Sulawesi yang dimasak dengan santan.
Sentuhan akhir datang dari sambal tauco yang memberi rasa pedas dan aroma fermentasi yang khas. Coto
Makassar sering dijadikan sarapan atau makan siang, terutama bagi warga lokal yang menginginkan sesuatu yang mengenyangkan sekaligus beraroma kuat.
Ilustrasi iga konro bakar. (Instagram/innariana)
Konro adalah olahan iga sapi yang dimasak dalam kuah rempah berwarna cokelat gelap hingga kehitaman. Warna ini berasal dari kluwak yang digunakan sebagai salah satu bahan utama.
Kuah konro memiliki rasa pekat, sedikit pahit, dan sangat kaya karena proses perebusan yang lama bersama rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.
Sementara itu, konro bakar adalah versi panggang dari konro berkuah. Setelah direbus, iga dipanggang hingga bagian luarnya sedikit kering dan beraroma asap.
Baca juga: Wahana Salju di Makassar Jadi Favorit Liburan, Pengunjung Tembus 1000 per Hari
Dagingnya tetap empuk di dalam, dan biasanya disajikan dengan sambal kacang atau sambal khas Makassar lainnya.
Keduanya sama-sama menawarkan kelezatan yang menggoda dan layak untuk dicicipi bersama nasi putih hangat.
Bagi yang menyukai olahan ikan, pallumara adalah pilihan yang tepat. Hidangan ini menggunakan ikan laut segar seperti cakalang, layang, atau tembang.
Proses memasaknya tidak rumit, hanya menggunakan kunyit, bawang putih, garam, dan air. Namun, justru kesederhanaan itulah yang menonjolkan rasa asli dari ikan.
Kuah pallumara memiliki rasa asam segar yang cocok dinikmati saat cuaca panas. Biasanya disajikan bersama nasi putih dan sambal mangga muda yang disebut gambaraja taypak.
Kombinasi rasa asam, pedas, dan gurih dari pallumara menjadikannya favorit banyak keluarga di Makassar.
Sop Saudara Khas Makassar. (Antara/KARA)
Diciptakan pertama kali pada tahun 1957, Sop Saudara adalah salah satu makanan khas Makassar yang masih populer hingga kini.
Nama “saudara” berasal dari kedai legendaris di Parepare, yang kemudian membuka cabang di berbagai daerah.
Sop ini terdiri dari daging sapi, bihun, perkedel kentang, telur rebus, dan dalam beberapa varian ditambahkan pula bandeng bakar.
Baca juga: Sejarah Es Pisang Ijo, Kudapan Segar Khas Makassar yang Cocok buat Buka Puasa Kamu
Kuahnya bening tapi kaya rasa, hasil rebusan tulang sapi dengan bumbu bawang putih, merica, dan jintan. Tekstur yang bervariasi dan rasa kaldu yang kuat menjadikan Sop Saudara cocok untuk dinikmati kapan saja.
Putu cangkir merupakan kue tradisional yang biasa dijual di pasar-pasar atau oleh pedagang keliling.
Terbuat dari campuran tepung beras, tepung ketan, gula merah, dan kelapa parut, kue ini dicetak dalam cetakan kecil berbentuk cangkir dan dikukus bersama daun pandan agar aromanya wangi.
Baca juga: 2 Rekomendasi Tempat Makan Coto Makassar Terlezat di Malang
Rasa manis lembut dengan tekstur kenyal dan legit menjadikan putu cangkir cocok dijadikan camilan sore hari.
Meski sederhana, kue ini menyimpan kekuatan nostalgia yang mengingatkan pada masa kecil dan tradisi keluarga.
Makanan khas Sulawesi Tengah, Kapurung (Instagram @ngemil_lucu).
Kapurung berasal dari wilayah Luwu, namun sudah menyebar ke Makassar dan sekitarnya. Tepung sagu dicampur air panas lalu dibentuk menjadi bola kenyal seperti bakso.
Bola sagu ini kemudian disajikan dalam kuah yang berisi aneka sayuran seperti bayam, jantung pisang, dan kacang panjang, serta tambahan protein seperti ikan, udang, atau ayam.
Baca juga: Rekomendasi Kuliner di Makassar yang Menarik untuk Dicoba
Cita rasanya ringan namun kompleks. Tekstur sagunya yang unik memberi sensasi tersendiri saat dikunyah.
Biasanya disajikan saat cuaca dingin, karena kehangatan kuah dan kelengkapan gizinya mampu memberikan kenyamanan tersendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube @Channel E Indonesia