INDOZONE.ID - Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Kalimantan Selatan dan bosan dengan wisata yang itu-itu saja, Kabupaten Tapin punya satu hidden gem yang wajib masuk bucket list. Namanya Goa Batu Hapu.
Destinasi satu ini belakangan lagi naik daun di kalangan traveler. Bukan cuma karena visualnya yang ramah kamera, tapi karena goa ini memang menyajikan pertunjukan alam yang magis. Mulai dari megahnya dinding karst, formasi stalaktit dan stalagmit purba, hingga fenomena legendaris berupa guratan "cahaya surga" (ray of light) yang menembus celah atap goa.
Bukan Sekadar Wisata, Ini Warisan Geologi Dunia
Terletak di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, goa eksotis ini bukan tempat rekreasi biasa. Dalam peta pariwisata, Goa Batu Hapu secara resmi tercatat sebagai Situs nomor 44 dalam rute utara kawasan Geopark Meratus.
Situs ini bahkan sudah diakui sebagai Geopark Nasional sejak 2018 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia. Jadi, berkunjung ke sini tidak cuma bikin galeri ponselmu penuh foto estetik, tapi juga menjadi sarana edukasi geologi yang sangat berharga.
Baca juga: Cantik Tanpa Filter! Mengintip Pesona Air Biru Magis di Goa Haji Mangku Kalimantan Timur
Menjelajah Ruang Bawah Tanah yang Megah
Begitu kamu melangkahkan kaki mendekati area pintu masuk, kesan pertama yang muncul bukanlah suasana gelap atau mencekam, melainkan skalanya yang luar biasa besar. Berbeda dengan mayoritas goa karst yang punya pintu masuk sempit, Goa Batu Hapu justru memamerkan mulut goa yang super lebar dan lapang.
Di dalam lambung goa, mata kamu akan dimanjakan dengan formasi stalaktit yang menggantung eksotis di langit-langit, serta stalagmit yang tumbuh gagah dari dasar goa. Di beberapa titik, keduanya bahkan bertemu dan membentuk pilar batu alami akibat proses tetesan air kaya mineral selama ratusan hingga ribuan tahun.
Tips Petualang: Karena bagian dalam goa minim pencahayaan alami, pastikan kamu membawa senter atau headlamp. Ini demi keamanan ya, sebab medan di dalam goa bisa berubah drastis dari tanah rata menjadi bebatuan lembap dan kerikil licin hanya dalam beberapa meter.
Berburu 'Ray of Light' dan Rute Perjalanan
Bagi para pemburu foto, fenomena ray of light alias berkas cahaya matahari yang jatuh tegak lurus ke dalam goa adalah menu utama yang paling dinanti. Untuk mendapatkan momen magis ini, kamu disarankan datang saat matahari sedang terik di siang hari.
Secara geografis, akses menuju lokasi ini terbilang cukup bersahabat:
- Dari Kota Rantau, jaraknya sekitar 43 km dan sangat cocok untuk konsep one day trip.
- Jika berangkat dari Kota Banjarmasin, jaraknya sekitar 154 km. Kamu disarankan berangkat sejak pagi buta agar tiba di lokasi tepat saat matahari berada di posisi terbaik untuk menghasilkan ray of light.
- Patokan paling mudah adalah Pasar Binuang. Dari pasar ini, kamu tinggal berkendara sekitar 16 km lagi untuk sampai ke area parkir goa.
Baca juga: 8 Rekomendasi Wisata Loksado yang Wajib Diunjungi Saat Melancong ke Kalimantan Selatan
5 Alasan Kenapa Goa Batu Hapu Wajib Dikunjungi
Masih ragu buat datang? Ini dia lima alasan kuat yang bakal meyakinkan kamu:
1. Mulut Goa yang Megah dan Lapang
Bukaan pintunya yang raksasa membuat aliran udara di area depan terasa lega. Kamu tidak perlu khawatir merasa sesak atau fobia ruang sempit saat mulai menata langkah di awal penjelajahan.
2. Formasi Batuan Alam yang Sedekat Kedipan Mata
Kamu tidak perlu merayap ke celah-celah sempit untuk melihat stalaktit dan stalagmit. Di sini, jalurnya ramah wisatawan, sehingga kamu bisa mengamati langsung tekstur batu yang menyerupai tirai alami dari jarak dekat.
3. Fenomena 'Ray of Light' yang Estetik
Sorotan cahaya matahari yang menembus kegelapan goa menciptakan ilusi panggung yang luar biasa indah. Momen ini dijamin bakal membuat hasil jepretan fotomu terlihat magis tanpa perlu banyak filter.
4. Media Edukasi Keluarga di Jaringan Geopark
Berkat statusnya sebagai bagian dari Geopark Meratus, tempat ini pas banget buat destinasi liburan keluarga. Kamu bisa mengajak anak atau kerabat melihat langsung bagaimana alam bekerja membentuk ruang bawah tanah lewat tetesan air.
5. Kental dengan Legenda Rakyat
Sama seperti Malin Kundang, Goa Batu Hapu juga memiliki cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat tentang seorang anak durhaka yang dikutuk menjadi batu. Kisah lokal ini membuat perjalananmu terasa lebih berkesan dan penuh cerita saat pulang nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wonderfulindonesia.co.id